TEMANGGUNG - Musim kemarau menjadi salah satu penyebab seringnya terjadi kebakaran. Pasalnya saat musim kemarau semua menjadi kering sehingga sangat rawan terbakar. Dalam menghadapi kemungkinan terjadinya bahaya kebakaran, semua lapisan masyarakat harus bisa melakukan pemadaman api. Sehingga ketika terjadi kebakaran bisa langsung ditangani. \"Semua kalangan masyarakat, tidak pandang bulu karena bencana kebakaran bisa terjadi kapan saja,\" kata Kepala Dinas Satpol PP dan Kebakaran, Kabupaten Temanggung, Agus Munadi. Adapun upaya yang dilakukan yakni sosialisasi dan simulasi pemadaman kebakaran salah satunya kepada siswa menengah atas (SMA). Harapannya, mereka bisa memberikan ilmu pemadaman kepada lingkungan mereka. \"Kali ini para pelajar yang tergabung dalam kegiatan Pramuka SMK Negeri 1 Temanggung yang mendapat sosialisasi,\" katanya. Ia mengatakan kegiatan ini kerja sama dengan SMKN 1 Temanggung dalam rangka sinergitas pencegahan dan penanganan kebakaran. \"Adik-adik Pramuka kami latih, kami edukasi sehingga nanti di masyarakat mereka bisa menjadi salah satu relawan penanggulangan kebakaran,\" katanya. Ia menuturkan mereka diberikan edukasi bagaimana pencegahan, bagaimana cara penanganan kebakaran, baik menggunakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) atau alat sederhana lainnya. \"Mereka kami bekali untuk menyosialisasikan kepada masyarakat melalui program kami geplak gandem, yaitu gerakan pantau listrik, pantau air dan pantau kompor. Sehingga kalau masyarakat sudah mampu mendeteksi hal-hal yang bisa mengakibatkan kebakaran Insya Allah bisa terdeteksi sejak dini,\" katanya. Selain itu, pihaknya memberikan edukasi kepada masyarakat melalui anggota Pramuka tersebut agar ketika ada kejadian kebakaran menghubungi markas induk pemadam kebakaran Kabupaten Temanggung, yaitu (0293) 4901790 atau agar mudah diingat adalah \"jago 17 go\". \"Selama ini kalau ada kejadian kebakaran semuanya melaporkan, namun ada kalanya karena kepanikan masyarakat tidak langsung melapor tetapi dishare ke grupnya dulu, kemudian baru menghubungi kami. Harapan kami melalui kegiatan ini kalau ada kebakaran langsung hubungi jago 17 go, tidak ke grupnya masing-masing karena anggota kami belum tentu menjadi anggota grup mereka,\" katanya. Ia menuturkan setelah melakukan sosialisasi di sekolah, ke depan akan melakukan sosialisasi ke desa/kelurahan. Menurut dia faktor terjadinya kebakaran di Temanggung, antar lain karena listrik dan kelalaian menyalakan kompor/tungku. \"Makanya kita edukasi masyarakat dengan geplak gandem itu, pantau listrik dan pantau kompor,\" katanya. (set)
Musim Kemarau Rawan Kebakaran
Senin 16-09-2019,01:35 WIB
Editor : ME
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Jumat 30-10-2026,14:55 WIB
Skor Literasi Kota Magelang 29,40, Walikota Damar Tagih Inovasi Nyata dari Guru
Jumat 30-10-2026,13:48 WIB
Iuran BPJS Ketenagakerjaan Diskon 50 Persen, Pekerja Informal Purworejo Bisa Lebih Hemat
Jumat 30-10-2026,18:00 WIB
Lautan Manusia Meriahkan Senam Tematik Bunga di Magelang Flower Festival 2026
Jumat 30-10-2026,15:37 WIB
Bukan Sekadar Produksi Susu, Peternak Merapi Dibidik Jadi Pusat Regenerasi Petani Muda
Jumat 30-10-2026,16:32 WIB
Magelang Jadi Sentra Susu Baru Jateng, Produksi Koperasi Belum Tembus 2.000 Liter
Terkini
Jumat 30-10-2026,18:30 WIB
Etnik Nusantara Hadir di Magelang Flower Festival, Kenalkan Aksesori Handmade Sarat Filosofi
Jumat 30-10-2026,18:00 WIB
Lautan Manusia Meriahkan Senam Tematik Bunga di Magelang Flower Festival 2026
Jumat 30-10-2026,17:30 WIB
Pendakian Gunung Andong Magelang Ditutup, Pengelola Fokus Rencana Perawatan Jalur
Jumat 30-10-2026,16:32 WIB
Magelang Jadi Sentra Susu Baru Jateng, Produksi Koperasi Belum Tembus 2.000 Liter
Jumat 30-10-2026,16:13 WIB