MAGELANGEKSPRES.COM,WONOSOBO - Kementrian Tata Ruang dan Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Kabupaten Wonosobo jalin komitmen dengan lembaga NU. Kerjasama ini dilakukan untuk sertifikasi tanah bagi seluruh pondok pesantren di Wonosobo. Kepala ATR/BPN Wonosobo Budiono mengatakan jika komitmen kerjasama ini sebagai terobosan baru untuk melakukan jemput bola pada steakholder yang ada di Wonosobo. \"Kita upayakan agar sertifikasi ini bisa menyentuh setiap pihak. Seperti ponpes di Wonosobo ini,\" terangnya. Menurutnya jika proses pengurusan sertifikat aset tanah PP nol rupiah alias tidak dipungut biaya, prosesnya penerbitan bisa cepat asal persyaratan lengkap dan sesuai prosedur operasional (SOP) yang ada. \"Saya sangat mendorong, aset tanah PP, disertifikatkan. Sehingga punya status hukum yang jelas. BPN dan ATR siap membantu agar prosesnya bisa cepat dan mudah. Pengurusan sertifikat sebaiknya dilakukan secara kolektif,\" katanya. Saat ini, sambung dia, BPN dan ATR Wonosobo, masuk 4 besar dari sisi tertib administrasi dan kinerja di Jawa Tengah, setelah Surakarta, Pekalongan dan Temanggung. Pihaknya pun sangat menyambut baik pengurusan sertifikat massal aset tanah PP. Baca Juga Wonosobo Butuh Figur Merakyat dan Berpengalaman \"Asal pengasuh PP bisa cerita runut asal-usul tanah, proses pensertifikatan sangat mudah kok. Penerbitan sertifikat tanah bisa lama karena persyaratan tidak lengkap dan jejak asal-usul tanah tidak jelas\" paparnya. Pengurus Cabang Robitoh Ma\\\'ahidil Islamiyyah (PC RMI) Wonosobo tengah menginisisasi pensertifikatan tanah aset sejumlah pondok pesantren (PP) yang ada di daerahnya. Dari 442 yang mengajukan, baru 176 yang telah penuhi persyaratan. Pensertifikatan tanah aset PP tersebut dilakukan agar status tanah yang ditempati banyak PP jelas secara hukum. Sebab selama ini sebagian besar aset tanah yang dimiliki PP di Wonosobo belum bersertifikat. Ketua PC RMI NU Wonosobo, Ahmad Fadlun Sy, mengatakan guna memperlancar proses pengurusan sertifikat aset tanah PP, Senin (19/10), pihaknya mengumpulkan 176 pengasuh PP di Kantor PCNU 2 Ketinggring untuk mendapat sosialisasi program sertifikasi tanah. Sosialisasi program sertifikasi aset PP diisi Kepala Badan Pertanahan Nasional, Agraria dan Tata Ruang (BPN dan ATR) Wonosobo, Budiono. Turut mendampingi, Ketua PCNU Dr KH Ngarifin Shidiq MPd I dan Ketua Forum Komunikasi Pondok Pesantren (FKPP) setempat K Khoirullah Nurudin. \"RMI NU kini sudah mengajukan 242 sertifikat ke BPN/ATR. Namun dari pengajuan tersebut yang bisa ditindaklanjuti baru 176 aset tanah PP. Yang lain belum bisa diproses karena perlu melengkapi persyaratan terlebih dahulu,\" jelasnya. Ketua PCNU Wonosobo Ngarifin Shidiq sangat mendukung proses pensertifikatan tanah aset PP. Karena hal itu bisa menghindari konflik sengketa tanah yayasan atau PP. Lembaga pendidikan NU sebaiknya disertifikatkan aset tanahnya atas nama organisasi NU. (gus)
NU Bakal Ajukan 176 Sertifikat Tanah
Selasa 20-10-2020,02:13 WIB
Editor : ME
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Selasa 13-10-2026,17:13 WIB
Tolak Konser Andrea Bocelli di Borobudur, Ormas Islam Jateng-DIY Beri Deadline TWC 2x24 Jam
Selasa 13-10-2026,16:30 WIB
Padukan Edukasi dan Rekreasi, SMPN 13 Magelang Gelar Study Tour Kebudayaan dan IPTEK bagi Siswa Kelas 8
Selasa 13-10-2026,15:25 WIB
Imbas Kemarau Panjang, Harga Bunga di Kota Magelang Melonjak Dua Kali Lipat
Selasa 13-10-2026,16:00 WIB
Bentuk Karakter dan Kedisiplinan Siswa, SDN Magelang 6 Rutinkan Program Pembiasaan Pagi
Selasa 13-10-2026,17:30 WIB
Siswi SMPN 4 Magelang Kanaya Shafa Borong 4 Emas Cabang Selam di Kejurprov Pekalongan 2026
Terkini
Rabu 14-10-2026,12:57 WIB
Angin Lisus Terbangkan 25 Tenda di Kalikajar Wonosobo, Sebagian Jatuh hingga 2 Kilometer
Rabu 14-10-2026,12:42 WIB
Di Kota Magelang Anak Tidak Sekolah dan Putus Sekolah Bisa Dianggarkan dari Prodamai
Rabu 14-10-2026,12:03 WIB
Pekerja Mandiri Magelang Lega, BPJS Ketenagakerjaan Beri Diskon Iuran 50 Persen
Selasa 13-10-2026,17:30 WIB