Sempat Tertunda Polemik Perbasi, Magelang Student Cup 2026 Kembali Digelar

Sempat Tertunda Polemik Perbasi, Magelang Student Cup 2026 Kembali Digelar

Para peserta turnamen basket tingkat SD Magelang Student Cup 2026, di GOR Samapta, Kota Magelang, Rabu (29/4).-ZIIDA TAUFIQII-MAGELANG EKSPRES

MAGELANG, MAGELANGEKSPRES.ID — Turnamen bola basket tingkat sekolah dasar se-Kedu Raya, Magelang Student Cup 2026, resmi dilanjutkan kembali, Jumat (1/5/2026).

Sebelumnya, kompetisi ini terpaksa ditunda dan memicu polemik di media sosial akibat aturan mendadak dari Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (Perbasi) Kota Magelang yang melarang belasan pemain dan pelatih untuk berpartisipasi.

Ketua Panitia Magelang Student Cup 2026, Henry menegaskan bahwa penundaan tersebut bermula dari surat Perbasi Kota Magelang yang mencabut rekomendasi wasit.

BACA JUGA:Program Tali Asih Pemprov Jateng Berhasil Memotivasi Ribuan Santri Penghafal Al-Quran

Ia menyayangkan regulasi tersebut karena sejak awal turnamen ini dikonsep sebagai ajang pembinaan antar-sekolah, bukan kejuaraan antar-klub.

“Dengan berat hati, kami tunda dulu. Ini bukan dibatalkan, tapi kami pending karena ada surat dari Perbasi terkait pencabutan rekomendasi wasit. Perlu digarisbawahi, Magelang Student Cup merupakan turnamen antar-sekolah, bukan klub,” ujar Henry.

Polemik mencuat usai Perbasi Kota Magelang menerbitkan surat, Selasa (28/4/2026) yang melarang 11 pemain dan satu pelatih dari beberapa SD untuk bertanding.

BACA JUGA:Kota Magelang Jadi Kota Termaju di Indonesia, Kuat di Sektor Jasa dan Perdagangan

Alasannya, mereka tidak terdaftar dalam pangkalan data (database) Perbasi Kota Magelang.

Asisten pelatih dari salah satu tim peserta, Muhammad Irsyad menilai, aturan tersebut janggal. Sebab, tidak klausul tercantum dalam petunjuk teknis (juknis) awal.

Menurutnya, kewajiban mendaftar di klub lokal sangat memberatkan siswa yang mewakili sekolahnya.

BACA JUGA:Reli Mobil Kuno PPMKI Dongkrak Ekonomi, Kota Magelang Bersiap Gelar 3 Event Lagi

Kekecewaan serupa diungkapkan oleh Vicky Marsiano, satu-satunya pelatih yang dilarang berpartisipasi.

Vicky, yang juga orang tua dari salah satu pemain yang dicoret, mengklaim lisensi kepelatihannya telah diketahui oleh Perbasi dan KONI Kota Magelang sejak beberapa tahun lalu.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: magelang ekspres

Berita Terkait