MAGELANGEKSPRES.COM,PURWOREJO – Puluhan nelayan di wilayah pantai selatan Purworejo terpaksa untuk menarik perahunya jauh-jauh dari bibir pantai lantaran besarnya ombak laut selatan sejak beberapa hari terakhir. Mereka takut jika perahu mereka tersentuh ombak besar akan mengalami kerusakan. Nelayan Desa Jatimalang Kecamatan Purwodadi, Sutaryo mengungkapkan, ombak pesisir selatan Kabupaten Purworejo mengganas beberapa hari terakhir. Nelayan pun meliburkan diri dan memilih bekerja di sektor lainnya. Ombak besar karena pengaruh tingginya gelombang yang terjadi di perairan Samudera Hindia. “Biasa kalau gelombang naik, ombak di pantai juga ikut meningkat. Ini fenomena biasa dan berlangsung beberapa hari saja,” terangnya. Nelayan mengantisipasi ombak yang pecah hingga seratus meter ke daratan itu dengan menambatkan perahu. Jaring dan peralatan tangkap yang biasa disimpan dalam perahu, juga dievakuasi ke tempat yang lebih aman. Tidak ada perahu atau alat tangkap yang rusak akibat terjangan ombak. Menurutnya, nelayan tidak terlambat mengantisipasi karena mereka sudah mengetahui bakal datangnya ombak besar. “Kami memantau perkembangan cuaca dan tinggi gelombang lewat internet. Pakai ponsel dan sumber informasinya cari lewat Google,” tuturnya. Nelayan memilih bekerja di sektor pertanian, tambak atau menjadi buruh. Tidak ada yang beralih ke sektor pariwisata karena objek Pantai Jatimalang ditutup sejak pandemi Covid-19 melanda Indonesia dua bulan lalu. Sebagian nelayan juga mengisi waktu dengan memperbaiki alat tangkap yang rusak. “Untung juga sekarang objek ditutup, jadi ada ombak ganas tidak membahayakan orang. Kalau normal, pasti pantai dipadati pengunjung yang berlibur memanfaatkan momentum lebaran,” terangnya. Camat Grabag Jainudin menambahkan, terjangan ombak mencapai warung wisata milik warga di Pantai Ketawangrejo yang berjarak sekitar seratus meter dari bibir pantai. Kendati demikian, tidak ada kerusakan atau korban jiwa akibat fenomena alam itu. Jainudin meminta masyarakat untuk waspada dan tidak mendekat ke pantai. “Selalu waspada, jangan bermain di pantai. Selain ombak, sekarang juga sedang pandemi dan tidak ada objek wisata di Grabag yang beroperasi,” tandasnya. (luk)
Ombak Laut Selatan Membesar, Nelayan Tiarap
Sabtu 30-05-2020,02:59 WIB
Editor : ME
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Sabtu 09-05-2026,12:30 WIB
Pedagang Angkringan di Magelang Ditemukan Tewas Gantung Diri di Rumah Kontrakan
Sabtu 09-05-2026,07:57 WIB
Polbangtan Kementan Buka Peluang, Lulusan SMK Pertanian Siap Jadi SDM Unggul
Sabtu 09-05-2026,11:24 WIB
Ajang Red Dress Run Interhash 2026 di Magelang Diikuti Ribuan Pelari 44 Negara
Sabtu 09-05-2026,11:31 WIB
Harga Solar Industri Naik, Gubernur Jateng Kawal Aspirasi Nelayan ke Pemerintah Pusat
Sabtu 09-05-2026,11:47 WIB
Peringati Hardiknas, Ribuan Guru Ikuti Cabdin V Fun Run 5K di Selo Boyolali
Terkini
Sabtu 09-05-2026,12:51 WIB
Kepesertaan BPJS Kesehatan Magelang Tinggi, Tetapi Ribuan Warga Masih Berstatus Nonaktif
Sabtu 09-05-2026,12:45 WIB
Puji Hartono Resmi Jabat Kepala Pelaksana BPBD Kota Magelang yang Baru
Sabtu 09-05-2026,12:30 WIB
Pedagang Angkringan di Magelang Ditemukan Tewas Gantung Diri di Rumah Kontrakan
Sabtu 09-05-2026,11:47 WIB