MAGELANGEKSPRES.COM,DUKUHWARU - Panitia Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) Desa Slarang Lor, Kecamatan Dukuhwaru membantah jika program tersebut diduga bermasalah. Selama ini, PTSL yang berlangsung pada 2019 lalu, berjalan dengan baik. Peserta PTSL sebanyak 1.134 bidang. Dari jumlah tersebut, 20 bidang diantaranya belum jadi. \"Ya, 20 bidang memang belum jadi. Tapi itu ranahnya BPN (Badan Pertanahan Nasional). Panitia hanya memfasilitasi pendaftaran dan cek data berdasarkan pengajuan warga,\" kata Tri Asmawi, salah satu Panitia PTSL Desa Slarang Lor, saat dikonfirmasi, Kamis (25/6) malam. Sedangkan untuk biaya PTSL, Tri menyebut hanya Rp150 ribu perbidang. Nominal itu khusus bagi peserta yang sudah memiliki akta tanah. Sementara yang belum memilikinya, wajib membuat. Biaya pembuatan akta tanah Rp750 ribu perbidang. Rinciannya, untuk Pejabat Pembuat Akta Tanah Sementara (PPATS) Rp500 ribu, dan Rp250 ribu untuk para saksi. \"Saksinya kades, sekdes dan untuk pembelian benda pos,\" terangnya. Dia menjelaskan, program PTSL tahun 2019 memang harus disertai akta tanah. Berbeda dengan tahun 2020 ini, pemohon PTSL tidak diwajibkan adanya akta tanah. Adapun, jumlah peserta PTSL di desanya yang tidak memiliki akta tanah sekitar 1000 bidang. \"Tepatnya kurang tahu. Bisa kurang, bisa lebih. Dan kalau tahun 2019, memang belum ada aturan tanpa akta. Harus berdasarkan perolehan apakah jual beli, hibah atau waris,\" ujarnya. Sementara saat ditanya soal keberadaan uang PTSL yang disimpan oleh bendahara, pihaknya menyatakan, bahwa uang tersebut jumlahnya tidak sampai ratusan juta. Tetapi hanya puluhan juta rupiah. Penyimpanan uang bukan di bank. \"Uang yang megang bendahara. Tidak di rekening,\" ungkapnya. Menurutnya, uang itu nantinya dikembalikan lagi kepada pendaftar PTSL yang tidak memenuhi syarat. Sejauh ini, tugas panitia belum selesai karena masih ada sertifikat yang belum jadi. Bagi peserta PTSL yang belum menerima sertifikat supaya menghubungi panitia. Peserta atau masyarakat diminta untuk tidak melakukan tindakan yang dapat merugikan diri sendiri \"Jadi, berita yang disebutkan oleh narasumber bapak Wastub itu salah. Karena bapak Wastub bukan pemohon PTSL. Yang menjadi peserta adalah istri dan anaknya Pak Wastub. Itu pun juga sudah jadi. Hanya ada kesalahan nama istri, ada dua bidang,\" bebernya. Menurut Tri, warga yang mengatakan adanya mark up dana PTSL, itu karena mereka enggan bertanya ke panitia. Padahal semuanya sudah ada musyawarah desa (musdes) tentang kegiatan PTSL sebelum di buka pendaftaran. \"Apalagi yang membetulkan adanya mark up, ya mereka tidak pernah bertanya ke panitia. Hanya membandingkan dengan desa-desa lain yang melaksanakan PTSL. Padahal lain desa, lain juga aturannya. Tapi kenapa disamakan,\" tandasnya. Salah satu warga Desa Slarang Lor, Tanto,49, membenarkan jika pernyataan Wastub di media Radar Tegal pada tanggal 23 Juni 2020 itu salah. Peserta PTSL yang belum jadi sertifikatnya bukan Wastub, melainkan Rokhimah. Dia berharap, nama Wastub supaya tidak dipojokan ihwal masalah ini. \"Sebenarnya bukan Pak Wastub, tapi bu Rokhimah yang sertifikatnya belum jadi,\" ucapnya. Tanto juga menegas?an, bahwa Wastub bukan pelapor ihwal dugaan mark up biaya PTSL di Desa Slarang Lor. \"Yang lapor bukan Pak Wastub,\" tukasnya. (yer/gun)
Panitia Bantah PTSL Bermasalah
Sabtu 27-06-2020,04:12 WIB
Editor : ME
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Jumat 31-07-2026,09:30 WIB
Pemkab Purworejo Perkuat Peran Posyandu, 510 Kader Didorong Dukung 6 Standar Pelayanan Minimal
Jumat 31-07-2026,08:30 WIB
Pembahasan Rancangan Perubahan KUA-PPAS 2026 Disepakati, Target Pendapatan Daerah Naik Rp25,757 Miliar
Jumat 31-07-2026,08:00 WIB
Kemarau Panjang 2026, Dua Wilayah Sungai di Temanggung Berpotensi Alami Penurunan Debit Air
Jumat 31-07-2026,07:30 WIB
PMR Wira SMKN 2 Magelang Sabet Tiga Gelar di Humanity Festival 2026
Jumat 31-07-2026,13:10 WIB
Prabowo Resmikan Revitalisasi Stasiun Tawang Jateng, Wajah Lama Tetap Dipertahankan
Terkini
Jumat 31-07-2026,20:44 WIB
Kementan Genjot Indeks Pertanaman Melalui Gerakan Tanam Serempak Oplah dan CSR
Jumat 31-07-2026,20:30 WIB
Olah Salak dan Singkong, Mahasiswa Polbangtan Kementan Ciptakan Olahan Pangan Bernilai Jual Tinggi
Jumat 31-07-2026,17:49 WIB
Pria di Magelang Ditangkap Polisi, Bawa 12 Paket Sabu Seberat 4,46 Gram
Jumat 31-07-2026,13:10 WIB
Prabowo Resmikan Revitalisasi Stasiun Tawang Jateng, Wajah Lama Tetap Dipertahankan
Jumat 31-07-2026,09:30 WIB