Panen Tembakau Wonosobo, Hasil Panen Turun, Harga Naik

Panen Tembakau Wonosobo, Hasil Panen Turun, Harga Naik

TEMBAKAU. Proses packing tembakau untuk disetorkan ke pabrik di Dusun Sontonayan Desa Kapencar Kertek, Wonosobo. - AGUS SUPRIYADI - MAGELANG EKSPRES--

WONOSOBO, MAGELANGEKSPRES.ID - Musim panen raya tembakau di kawasan lereng Gunung Sindoro-Sumbing, Kabupaten Wonosobo, tahun 2026 menyisakan cerita dua sisi.

Di satu sisi, petani menikmati angin segar berkat kualitas hasil panen yang dinilai jauh lebih baik dan harga jual yang memuaskan.

Namun di sisi lain, produktivitas secara kuantitas mengalami penurunan tajam hingga 50 persen akibat faktor cuaca dan minimnya curah hujan.

Anto Santoso, seorang petani sekaligus pengepul tembakau asal Desa Kapencar, Kecamatan Kertek, mengungkapkan bahwa musim tahun ini menghasilkan daun tembakau dengan mutu prima.

BACA JUGA:Dukung Pendidikan Vokasi Berkualitas, 16 Dosen dan PLP Polbangtan Kementan Ikuti Sertifikasi Kompetensi

"Kualitas bagus, tapi kuantitas lebih sedikit, dan harga juga bagus," ujar Anto saat ditemui di tempat usahanya, Rabu (16/9).

Menurut Anto, tingginya kualitas tembakau tahun ini didukung oleh kondisi cuaca yang memadai.

Kendati demikian, kurangnya curah hujan membuat pasokan air bagi tanaman berkurang drastis, sehingga berdampak langsung pada hasil panen di tingkat petani.

Penurunan volume petani yang biasanya mampu memanen hingga 30 keranjang kini rata-rata hanya mendapati 15 keranjang dan kapasitas keranjang tahun ini juga menyusut menjadi sekitar 45 kilogram, dibandingkan tahun lalu yang bisa mencapai 55 hingga 60 kilogram akibat kadar gula yang lebih tinggi dan teknik pemadatan.

BACA JUGA:Gasak Uang SPBU Salaman Magelang Rp 14,5 Juta untuk Karaoke, Dua Pria Wonosobo Diringkus Polisi

Di tengah tantangan penurunan hasil panen, para petani tetap diuntungkan oleh harga jual yang kompetitif.

Harga tembakau kering saat ini berkisar antara Rp70.000 hingga Rp80.000 per kilogram, dengan selisih kenaikan sekitar Rp5.000 hingga Rp10.000 dibanding tahun sebelumnya.

Anto membeberkan standar kualitas tembakau yang diminati pabrik meliputi beberapa indikator utama yaitu aroma khas, tekstur dan murni tanpa campuran gula.

Sebagai pengepul yang telah dipercaya masyarakat, Anto mampu menghimpun 2.500 hingga 3.000 keranjang tembakau setiap musimnya dari para petani lokal.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: magelang ekspres

Berita Terkait