MAGELANGEKSPRES.COM,WONOSOBO- Pemkab Wonosobo diminta untuk meningkatkan pengawasan jarak sosial di pusat kota. Pasalnya penegakan aturan di kota menjadi barometer warga di desa. Sejak awal bulan puasa, kondisi pusat kota Wonosobo terlihat masih ramai. Sejumlah titik kerumunan mudah ditemui. Padahal pemkab sudah menerbitkan aturan bagi kegiatan perdagangan untuk membatasi adanya kerumunan. Terakhir sebuah toko perlengkapan anak balita di Wonosobo menjadi sorotan warga, lantaran pembeli terlihat berjubel. Wakil Ketua DPRD Kabupaten Wonosobo, Muhammad Albar mengemukakan, pusat kota memang menjadi pusat perekonomian. Di tengah pandemi corona aktivitasnya masih terlihat ramai. Baca Juga Bantu Masyarakat Terdampak Covid-19, Pemkot Magelang Gratiskan Sewa Rusunawa Selama 2 Bulan \"Pemkab sudah terbitkan aturan pembatasan agar tidak terjadi kerumunan, tapi itu memang masih cukup susah. Pemantauan perlu diperketat,\" katanya. Menurutnya, pusat kota tetap terus menjadi pemikiran bersama, bagaimana mengaturnya, satu sisi menjadi kebutuhan satu sisi sangat rentan penyebarannya. \"Soal pusat kota ini, karena disitu ada berbagai aktivitas ekonomi, perlu mendapatkan perhatian lebih,\" ucapnya. Wakil rakyat sendiri mengaku banyak menerima keluhan dari warga, utamanya perangkat desa yang menerapkan aturan bagi warga agar menahan diri untuk tidak keluar rumah. Namun, disisi lain, melihat kota begitu ramai, akhirnya banyak yang datang ke kota \"Kota kan selalu menjadi ukuran bagi warga desa. Meskipun di rumah sudah mulai patuh, begitu mereka mendengar kota ramai, mereka akan datang,\" katanya. Sementara itu, tingkat kepadatan arus lalu lintas di Kabupaten Wonosobo, sebagai salah satu tolak ukur bahwa warga banyak yang keluar rumah juga terpantau saat digelar ujicoba pengendalian transportasi. Total dalam satu jam saja, sebanyak 1477 sepeda motor yang melintas di depan Terminal Mendolo, dan 547 kendaraan roda empat dan 6 truk tronton. \"Dari uji coba pengendalian tranportasi di Wonosobo, total kendaraan yang melintas selama sekitar satu jam jumlahnya masih ribuan,\" ungkap Kabid Perhubungan Disperkimhub, Marsudiyono. Pihaknya mengaku akan menggelar uji coba daltrans tersebut selama tiga hari sebelum di terapkan secara penuh. \"Kita sudah awali sosialisasi, kemudian ujicoba dan nanti penerapan penuh, \" pungkasnya. ( gus)
Pengawas Jarak Sosial di Pusat Kota Perlu Diperketat
Selasa 05-05-2020,02:51 WIB
Editor : ME
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Selasa 28-04-2026,12:04 WIB
Gudang Garam Stop Beli Tembakau Temanggung, Ekonomi Petani Terpukul
Selasa 28-04-2026,12:30 WIB
Lesbumi PCNU Purworejo Dorong Living Heritage Menoreh, Stamba Diduga Peninggalan Mataram Kuno Terancam Rusak
Selasa 28-04-2026,15:57 WIB
Tepis Isu Batal, Disdikbud Kota Magelang Pastikan O2SN 2026 Digelar Meski Anggaran Dipangkas
Selasa 28-04-2026,15:34 WIB
Pacu Inovasi Pembelajaran, 11 Guru Berprestasi SMP Mutual Kota Magelang Diganjar Penghargaan
Selasa 28-04-2026,15:42 WIB
Untidar Magelang Berlakukan Kuliah Daring Fleksibel Mulai Mei 2026, Ini Syaratnya
Terkini
Rabu 29-04-2026,11:03 WIB
Penggiat Masjid dan Guru Ngaji di Magelang Kini Terlindungi BPJS Ketenagakerjaan
Rabu 29-04-2026,10:43 WIB
KEK Industropolis Batang Serap 18.390 Pekerja, Siap Jadi Shenzhen-nya Indonesia
Rabu 29-04-2026,09:30 WIB
Bupati Temanggung Dorong Petani Kembangkan Edamame dan Buncis, Peluang Ekspor Menggiurkan
Rabu 29-04-2026,09:00 WIB
Bupati Yuli Hastuti Tinjau Kebakaran Rumah di Kalimeneng, Diduga Korsleting Pompa Air
Rabu 29-04-2026,08:30 WIB