BATANG – Proyek pembangunan gedung perawatan khusus anak di RSUD Kalisari Batang saat ini terus dikebut pengerjaannya. Hingga tanggal 25 Agustus 2019 kemarin, progres pengerjaan sudah mencapai 13,932 persen dari target rencana yang ditetapkan 15,625 persen, karena megalami Deviasi -1,693 persen. “Masuk Minggu ke 8 atau per tanggal 25 Agustus kemarin, progres sudah mencapai 13,932 persen. Namun hingga tanggal 30 Agustus ini, progres diperkirakan sudah mencapai 19-20 persen,” ungkap Pejabat Pemegang Komitmen (PPK) proyek tersebut, Tri Adi Susanto ST MSi, kemarin. Ia mengatakan, dengan progres pembangunan yang cukup signifikan tersebut, kini para pekerja proyek tengah menggarap pengecoran untuk pembuatan lantai dua gedung. “Pekerjaan sudah mencapai tahap pengecoran plat lantai dan balok untuk lantai dua gedung,” ungkap Tri, yang juga Kabid Penataan Ruang DPUPR Kabupaten Batang itu. Seperti diketahui sebelumnya, pembangunan gedung perawatan khusus anak di RSUD Batang itu nantinya akan dilengkapi dengan ruang Neonatal Intensive Care Unit (NICU) dan Pediatric Intensive Care Unit (PICU). Kedua ruangan itu merupakan ruang ICU untuk bayi dan anak anak yang memerlukan pengobatan dan perawatan khusus. Adapun, setelah jadi nanti, gedung dengan dua lantai itu diperkirakan memiliki daya tampung untuk 32 tempat tidur (TT). Direktur RSUD Kalisari Batang, dr Bekti Mastiadji, sebelumnya mengatakan bahwa pembangunan gedung perawatan khusus anak, atau ruang Flamboyan itu mendapat kucuran APBD sebesar Rp 6,1 miliar. Sesuai kontrak kerja, pembangunan gedung mulai dikerjakan per tanggal 2 Juli 2019 dan ditarget selesai pada 13 Desember 2019. Adapun rekanan yang mengerjakan proyek yakni PT Chimarder dari Kota Semarang. “Ruang rawat inap Flamboyan meliputi ruang PICU ada lima bed, lima ruang VIP anak, isolasi, ruang lantai atas untuk kelas II dan III ada 24 bed,” jelas Bekti. Di kesempatan sidak, Bupati Wihaji meminta agar gagalnya pembangunan ruang Radiologi, Laboratorium dan rawat gabung di RSUD Kalisari Batang pada tahun lalu, jangan sampai terulang lagi pada tahun ini. “Kita akan terus melakukan sidak ke RSUD Batang, sebagai bentuk antisipasi berhentinya pembangunan oleh pihak kontraktor. Sebab, pengalaman sebelumnya, proyek pembangunan di RSUD Batang sempat bermasalah,” ujar Wihaji. “Kalau memang ada permasalahan, konsultasikan. Kita bisa bantu carikan solusinya,” lanjutnya menegaskan. Adapun terkait pembangunan ruang Radiologi, Laboratorium, dan rawat gabung yang tahun lalu pekerjaannya berhenti, saat ini sudah tahap finalisasi pembayaran. Sebab, proses perkara perdatanya di Pengadilan Negeri (PN) sudah selesai. Rencananya, tahun 2020 pembangunan ruang tersebut akan dilanjutkan kembali. (fel)
Progres Proyek Gedung ICU Anak RSUD Sudah 20 Persen
Sabtu 31-08-2019,01:59 WIB
Editor : ME
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Sabtu 30-05-2026,20:48 WIB
Kisah BRILink Agen John, Dorong Perekonomian Masyarakat Perbatasan RI – Papua Nugini
Sabtu 30-05-2026,20:36 WIB
Holding Ultra Mikro Terbukti Tingkatkan Kesejahteraan, Perempuan Ini Sukses Kembangkan Usaha Rumahan
Sabtu 30-05-2026,19:48 WIB
BRI Hadirkan Promo Spesial KKB The Elite, Bawa Pulang Kendaraan Impian dengan Banyak Keuntungan
Sabtu 30-05-2026,19:37 WIB
Kinerja Keuangan Kokoh, Likuiditas dan Permodalan BRI Terjaga di Level Memadai hingga Triwulan I 2026
Sabtu 30-05-2026,20:22 WIB
Perluas Akses Transaksi Valas, BRI Operasikan Money Changer di Lokasi Strategis
Terkini
Minggu 31-05-2026,14:47 WIB
Ribuan Umat Buddha Ikuti Kirab Waisak 2570 BE dari Mendut ke Borobudur, Bawa Pesan Damai
Minggu 31-05-2026,14:41 WIB
Lewat Edukasi Digital, Duta Polbangtan Kementan Siap Promosikan Pertanian Modern ke Generasi Muda
Minggu 31-05-2026,14:40 WIB
Air Berkah Waisak Tiba di Candi Mendut Magelang, Simbol Kedamaian dan Pendorong Ekonomi Warga
Sabtu 30-05-2026,20:58 WIB
Lewat LinkUMKM BRI, Zdrink Kembangkan Minuman Cokelat Instan Berbahan Kakao Khas Lampung
Sabtu 30-05-2026,20:48 WIB