MAGELANGEKSPRES.COM,WONOSOBO – Akibat kepanikan masyarakat atas merebaknya pemberitaan tentang virus corona, tak hanya ketersediaan masker maupun hand sanitizer atau cairan antiseptic pencuci tangan yang langka. Namun dikabarkan bahwa pasokan minyak goreng kemasan dua liter, gula pasir, hingga mi instan sempat mengalami kekosongan pada pekan lalu. Menurut salah satu pemilik toko kelontong di kawasa Wnosobo Timur, Erna Dwi, selama sepekan penuh, pasokan minyak goreng kemasan dua liter hanya ada di beberapa pedagang besar saja. Bahkan di salah satu pasar swalayan terbesar di Wonosobo juga sempat dikabarkan habis. “Awal minggu kemarin itu kami biasanya belanja untuk stok warung, ternyata pagi hari sampai sana sudah habis, katanya diborong satu-dua hari sebelumnya oleh warga. Ada yang bilang karena ketakutan adanya virus corona. Selain minyak, mi instan berbagai merek dan gula pasir juga sempat habis. Ternyata sekarang sudah naik harga untuk gula pasir,” kata Erna kemarin (10/3). Baca Juga Bupati Imbau Masyarakat Tidak Borong Masker Sementara untuk harga minyak goreng dua liter dari berbagai merk di kisaran Rp23.500 hingga Rp25.500. Sedangkan ntuk Gula pasir di pedagang besar dan swalayan ritel di harga Rp17.350 per kilogram. Untuk ketersediaan mi instan sudah mulai normal sejak awal pekan lalu. “Karena kemarin sempat ada isu pasien corona di Wonosobo itu ternyata imbasnya ke masker dan hand sanitizer. Sampai sekarang masih sulit dicari. Atau ada yang beli dengan harga lebih tinggi. Kalau warga harapannya tidak sampai kejadian di sini, tapi inginnya tetap hati-hati karena di jalan dan di sekolah juga anak banyak bertemu orang,” katanya. Sedangkan untuk pasokan di beberapa toko modern dan koperasi pegawai menurut Agustina, salah satu pegawai koperasi menilai masih aman. Meskipun ada kenaikan harga untuk jenis kebutuhan pokok seperti gula pasir namun untuk minyak goreng dinilai aman. “Di koperasi kami, untuk gula memang sempat kosong beberapa hari sebelum kenaikan, dari Rp14.000 itu sempat naik jadi Rp16.000 dan sekarang rata-rata RP17.000. Tapi dari catatan kami, memang pembelian gula pasir atau konsumsinya cenderung turun, yang naik cenderung beras,” ungkapnya. (win)
Sempat Ludes, Pasokan Kembali Normal
Rabu 11-03-2020,03:00 WIB
Editor : ME
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Selasa 28-04-2026,12:04 WIB
Gudang Garam Stop Beli Tembakau Temanggung, Ekonomi Petani Terpukul
Selasa 28-04-2026,12:30 WIB
Lesbumi PCNU Purworejo Dorong Living Heritage Menoreh, Stamba Diduga Peninggalan Mataram Kuno Terancam Rusak
Selasa 28-04-2026,10:44 WIB
Bangkit dari Vakum, Magelang Book Party Hidupkan Lagi Geliat Literasi Spesial Kartini
Selasa 28-04-2026,15:57 WIB
Tepis Isu Batal, Disdikbud Kota Magelang Pastikan O2SN 2026 Digelar Meski Anggaran Dipangkas
Selasa 28-04-2026,10:55 WIB
Sah! 25 Warga Eks Rusunawa Kota Magelang Terima Sertifikat Rumah Lewat Program Telo Mas
Terkini
Selasa 28-04-2026,18:41 WIB
Kementan Gaspol Regenerasi Petani, Anak Muda Didorong Kuasai Pertanian Modern
Selasa 28-04-2026,18:15 WIB
Dipuji Prabowo, Ahmad Luthfi Optimistis Jateng Capai Target Zero Sampah pada 2028
Selasa 28-04-2026,17:42 WIB
Sapu Bersih 6 Gelar, Drumband MI Arrosyidin Payaman Juara Umum Magelang Junior 2026
Selasa 28-04-2026,17:23 WIB
1.000 Desa Wisata dan 1.000 Konten Kreator Lokal Jawa Tengah Bakal Disuntik APBD Mulai Tahun Depan
Selasa 28-04-2026,15:57 WIB