Setelah Cacaban, E-Retribusi Diterapkan ke Semua Pasar di Kota Magelang

Rabu 15-01-2020,02:07 WIB
Editor : ME

MAGELANGEKSPRES.COM,MAGELANG SELATAN – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Magelang siap menerapkan e-retribusi di empat pasar tradisional. Hal ini menyusul sambutan positif dari pedagang saat dilakukan ujicoba di Pasar Cacaban tahun 2019 lalu. Kepala Bidang Pasar Disperindag Kota Magelang, Harry Soeprijadi mengatakan, keempat pasar tradisional yang akan menerapkan retribusi elektronik ini antara lain Pasar Kebonpolo, Pasar Rejowinangun, Pasar Sidomukti, dan Pasar Gotong Royong. ”Uji coba sudah kita lakukan di Pasar Cacaban dan hasilnya pedagang menyambut baik. Jika tidak ada kendala, di tahun ini semua pasar bisa menerapkan e-retribusi ini,” katanya di ruang kerjanya, Selasa (14/1). Ia menjelaskan, diterapkannya e-retribusi ini membuat petugas penarik retribusi tidak lagi kerepotan membawa uang dalam jumlah besar. Begitu pula tingkat kepercayaan pedagang terhadap petugas dapat meningkat. ”Contohnya, pedagang tidak perlu menunggu kembalian uang, karena saldo yang terpotong di kartu e-retribusi jumlah sudah sesuai dengan yang dibayarkan. Berbeda yang dulu saat transaksi tunai, petugas seringkali repot harus mengembalikan uang kembalian,” katanya. Harry menambahkan, pengisian saldo di kartu e-retribusi dijadwalkan tiap dua pekan sekali. Caranya petugas datang ke pasar untuk melayani pedagang yang akan top up ke kartu. ”Satu petugas akan mengelola penarikan e-retribusi bagi 200 pedagang. Otomatis jumlah petugas di tiap pasar berbeda tergantung jumlah pedagangnya. Misalnya, di Pasar Rejowinangun jelas petugasnya akan lebih banyak, karena pedagangnya ada sekitar 2.500 orang,” jelasnya. Sementara itu, Kepala UPT Pasar Cacaban, Tegus Karyawan mengaku, penerapan e-retribusi ini efektif dan dinilai hampir tidak ada kebocoran retribusi dari pedagang. Pihaknya memang menjadi tempat uji coba, karena merupakan pasar terkecil dengan pedagang yang lebih sedikit. ”Pasar Cacaban juga kelasnya masih kelas 4 alias di bawah sendiri dibanding pasar lainnya. Penerapan e-retribusi ini memang salah satu tujuannya menggenjot pendapatan asli daerah (PAD) dan kami yakin itu bisa,” ujarnya. (wid)

Tags :
Kategori :

Terkait