MAGELANGEKSPRES.COM,JAKARTA - Dengan naiknya Indonesia sebagai negara berpendapatan menengah ke atas (upper middle income) kini RI tidak lagi mendapatkan pengurangan pembayaran utang sementara (moratorium) dari negara-negara ekonomi dunia yang tergabung dalam forum G20. Adapun negara-negara yang tergabung dalam G20 seperti Amerika Serikat, China, Inggris, Australia, Uni Eropa, Jerman, Jepang, dan lainnya. Selain itu, pengurangan juga akan diberikan oleh lembaga internasional, seperti Bank Pembangunan Asia (Asian Development Bank/ADB) dan lainnya. Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengatakan, bahwa pengurangan diberikan untuk negara-negara yang berpendapatan rendah (low income country) dan miskin. Sementara pendapatan Indonesia naik menjadi USD4.050 per kapita per tahun. \"Adanya pandemi Covid-19 membuat banyak negara terutama low income country yang mengalami lonjakan defisit, sama seperti Indonesia, tapi beda posisinya. Untuk low income country ini mungkin utangnya sudah sangat tinggi dan tidak mampu membiaya lagi,\" ujarnya, kemarin (20/7). Bendahara negara ini menjelaskan, bahwa kebijakan pengurangan kewajiban pembayaran utang sementara ini bertujuan untuk membantu negara berpendapatan rendah dan miskin dari tekanan Covid-19. Mengingat, negara-negara ini berpendapatan rendah dan ruang fiskal yang terbatas. Ditambah lagi, tagihan utang terus ada dari waktu ke waktu. \"Negara-negara ini menanggung beban besar sekali dan selama ini mereka juga tidak naik dari low income country ke middle dan seterusnya. Jadi konsen dunia agar seluruh negara bisa kejar ketertinggalan juga,\" paparnya. Kesempatan yang sama Staf Ahli Bidang Makro Ekonomi dan Keuangan Internasional Kementerian Keuangan Suminto mengatakan, saat ini sudah ada 42 negara yang mengajukan inisiatif agar mendapat penangguhan dengan total utang mencapai USD5,3 miliar. \"IMF dan Bank Dunia memberi usul agar penangguhan ini bisa diberikan perpanjangan. Ini akan didiskusikan lagi oleh para kreditur, sehingga memiliki term sheet yang sama,\" katanya. Terpisah, ekonom Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) menilai belum ada gebrakan yang dilakuakn Kemenkeu dalam meningkatkan rasio pajak. Dengan demikian, nantinya pemerintah lebih leluasa salam kebijakan anggaran dan tidak bergantung dengan utang. \"Oleh sebab itu, dengan adanya moratorium tersebut kita berharap Kemenkeu bisa berinovasi dalam meningkatkan rasio pajak,\" ujarnya kepada Fajar Indonesia Network (FIN), kemarin (21/7). Sementara ekonom senior Universitas Perbanas sekaligus Direktur Riset CORE Indonesia, Piter Abdullah berpandangan seiring dengan kenaikan peringkat Indonesia sebagai negara berpendapatan menengah atas tidak mendapatkan pengurangan pembayarang utang sementara bukan sebuah persoalan yang besar. \"Naik peringkat, itu konsekuensi. Jadi tidak perlu dipersoalkan. Tidak lagi mendapatkan pengurangan utang untuk sementara tidak masalah,\" katanya kepada Fajar Indonesia Network (FIN), kemarin (21/7). Sebetulnya, katanya, pemerintah Indonesia sudah harus meninggalkan kebiasaan mendapatkan bantuan maupun keringanan dari negara lain. \"Kita ini aneh. Kita selalu ingin masuk ke negara maju, tapi pingin diperlakukan terus sebagai negara miskin. Mental seperti ini harus ditinggalkan,\" pungkasnya. (din/fin)
Tak Lagi Dapat Pengurangan Pembayaran Utang Moratorium
Rabu 22-07-2020,03:12 WIB
Editor : ME
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Selasa 12-05-2026,07:30 WIB
Ratusan Botol Miras Disita Satpol PP Purworejo, Penjual Terancam Jalur Yustisi
Selasa 12-05-2026,08:00 WIB
Turnamen Voli Antar SMP di Temanggung Jadi Ajang Cari Bibit Atlet Menuju Porprov Jateng 2026
Selasa 12-05-2026,10:45 WIB
Dari Pakan hingga Limbah, Polbangtan Kementan Ajari Peternak Temanggung Kelola Ternak Modern
Selasa 12-05-2026,14:40 WIB
Jelang Idul Adha, Mahasiswa Polbangtan Kementan Berlatih Sembelih Halal
Selasa 12-05-2026,15:53 WIB
Kisah Painah Penjual Daun Pisang Asal Wonosobo Berangkat Haji
Terkini
Selasa 12-05-2026,20:14 WIB
Kejar Target 54 Persen Cek Kesehatan Gratis, Walikota Magelang Tinjau Posyandu 6 SPM
Selasa 12-05-2026,20:05 WIB
Layanan 5 Puskesmas Pagi-Sore di Kota Magelang Buka hingga Malam, Respons Kebutuhan Warga
Selasa 12-05-2026,19:56 WIB
Kunjungan SBY ke Taman Kyai Langgeng Bangkitkan Optimisme Pariwisata Kota Magelang
Selasa 12-05-2026,19:51 WIB
SBY Tanam Pohon di Taman Kyai Langgeng Kota Magelang, Serukan Aksi Nyata Atasi Pemanasan Global
Selasa 12-05-2026,19:45 WIB