MAGELANGEKSPRES.COM,WONOSOBO- Longsor sepanjang 15 meter dan tinggi 10 meter terjadi di Dusun Krajan Desa Stieng Kejajar kemarin. Tidak ada korban jiwa. Namun longsor berpotensi mengikis badan jalan dan membahayakan masyarakat dan pengguna jalan. “Senderan di Desa Stieng Longsor, akibat diguyur hujan deras, tidak ada korban, tapi jika tidak segera dilakukan perbaikan akan mengikis badan jalan dan membahayakan warga,” ungkap Kepala BPBD Wonosobo Zulfa Ahsan Alim Kurniawan. Menurutnya, selain karena hujan yang deras, longsor tersebut juga diduga adanya pembusukan sampah di lokasi longsor Dusun Krajang Tieng Kejajar. Sebelum senderan ambrol, sudah muncul retaka kecil yang panjang. Hal tersebut sudah terdeteksi oleh warga setempat. “Ambrolnya senderan itu memang tidak secara langsung, sebelumnya sudah muncul retakan. Kemudian ditambah hujan dengan intensitas tinggi, akhirnya tidak kuat dan ambrol,” katanya. Pihaknya mengaku telah menerjunkan tim ke lokasi dan berkoordinasi bersama dengan pemerintahan desa serta Kecamaan Kejajar untuk mengambil langkah –langkah antisipatif, meski berada di tengah kampung, namun longsor berpotensi dikikis air dan menjalar lebih luas. Sementaa itu, Kapten Arm Soepriyanto selaku Danramil Kejajar mengemukakan, longsor di Dusun Krajan Stieng Kejajar karena hujan selama dua jam lebih. Retakan diketahui pada pukul 14.00 WIB. “Upaya warga membuat portal sebelum kejadian, namun pada pukul 15.30 WIB terjadi longsor akibat pembusukan sampah. Upaya yang dilakukan masyarakat sekitar memasang portal dengan harapan para pengguna jalan tidak terlalu mendekati lokasi longsor,” katanya. Berkaitan dengan hal tersebut, pihaknya menghimbau karena saat ini masih sering turun hujan maka kepada masyarakat agar memantau sekitar tempat tinggal. Jika terjadi retakan atau peristiwa bencana agar melaporkan kepada aparat terkait. “Yang tidak kalah penting adalah mari kita bersama – sama menjaga alam ini agar tidak terjadi longsoran di kemudian hari. Banyak hal yang bisa dilakukan oleh kita dalam menjaga lingkungan seperti menjaga kondisi sungai,” katanya (gus)
Wonosobo Diguyur Hujan Deras, Senderan Sepanjang 15 Meter Ambrol
Kamis 05-03-2020,02:55 WIB
Editor : ME
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Minggu 11-10-2026,18:00 WIB
Dosen Untidar Latih Guru TK di Kota Magelang Buat Sastra Visual Anak Berbasis Kearifan Lokal
Senin 12-10-2026,11:34 WIB
Lansia Kota Magelang Paling Berpendidikan se-Jateng, Disdik Dorong Wajib Belajar 13 Tahun
Senin 12-10-2026,14:53 WIB
Jika Bumbung Kosong Menang Pilkades di Kabupaten Magelang, Pj Bakal Pimpin 5 Tahun ke Depan
Senin 12-10-2026,11:58 WIB
Mobil Terbakar di Pasar Sapuran Wonosobo, Pemilik Alami Luka Bakar 30 Persen Demi Selamatkan Ruko
Senin 12-10-2026,12:11 WIB
Ruka 3: Ruang Berkarya di Magelang yang Fasilitasi Anak Muda Kembangkan Kreativitas
Terkini
Senin 12-10-2026,15:15 WIB
Semakin Terpercaya, JNE Raih Sertifikasi Halal untuk Layanan Logistik dari BPJPH
Senin 12-10-2026,15:02 WIB
Ubah Hobi Jadi Bisnis, Belasan Anak Muda Kota Magelang Dilatih Budidaya Ikan Mas Koki
Senin 12-10-2026,15:00 WIB
Manisnya Legenda Es Pleret Nambangan Magelang: Bertahan Tiga Generasi Tanpa Pengawet Buatan
Senin 12-10-2026,14:53 WIB
Jika Bumbung Kosong Menang Pilkades di Kabupaten Magelang, Pj Bakal Pimpin 5 Tahun ke Depan
Senin 12-10-2026,14:31 WIB