Berusia 29 Tahun, Paguyuban Kebo Bodo Perluas Jangkauan Kepedulian

Jumat 25-11-2022,10:00 WIB
Reporter : Eko Sutopo
Editor : Nur Imron Rosadi

Dalam perkembangannya Kebo Bodo tak hanya berpikir untuk kepentingan anggota, melainkan juga warga sekitar.

Anggota diajak untuk mengejawantahkan filosofi yang tersirat di balik nama kebo (kerbau) mbodho (membodoh), yakni berupaya untuk menjadi manusia yang rendah hati, berani merasa bodoh, mau belajar, dan tidak merasa paling pintar.

Nama Kebo Bodo yang mengangkat kearifan lokal juga mengajarkan sikap kesederhanaan dan kebermaknaan dalam bermasyarakat.
“Dulu anggotanya mencapai 50-an orang, sekarang sekitar 30 orang karena banyak yang pindah rumah ke wilayah lain. Kita bersyukur yang muda-muda sekarang mulai berminat untuk bergabung, ada juga yang berprofesi sebagai TNI,” ujarnya.

Eksistensi Kebo Bodo dinilai turut mendukung program pemerintah dalam sejumlah hal, khususnya pelestarian budaya gotong-royong dan penggunaan Bahasa Jawa.

Plt Lurah Kledung Karangdalem berharap agar Kebo Bodo dapat konsisten dengan visi dan misinya.

“Budaya gotong-rotong memang penting dilestarikan agar generasi muda tidak kehilangan jati diri bangsa. Meski namanya kekunoan, paguyuban ini sangat menarik karena merawat penggunaan bahasa Jawa yang saat kini sudah mulai luntur di masyarakat,” ungkap Taufik Hidayah. (top)

Kategori :