10 Sedekah yang Sangat Dicintai Allah Ta'ala

Selasa 10-01-2023,05:00 WIB
Editor : Joko Suroso

Sebagai muslim kita diwajibkan untuk memenuhi kebutuhan kita sendiri, termasuk kebutuhan keluarga yang menjadi tanggung jawab kita. Baru kemudian menyedekahkan untuk orang lain, tentu orang-orang terdekat lebih utama.

5. Sedekah dengan Kemampuan Maksimal
Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda: Sedekah yang paling utama adalah sedekah maksimal orang yang tidak punya, dan mulailah dari orang yang kamu tanggung. (HR. Abu Dawud dan Hakim, dishahihkan oleh Syaikh al-Albani dalam Shahihul Jami no. 1112)

Imam al-Baghawi dalam Syarhus Sunnah berkata, Hendaknya seorang memilih untuk bersedekah dengan kelebihan hartanya, dan menyisakan secukupnya untuk dirinya karena khawatir terhadap fitnah fakir (kemiskinan). Sebab, boleh jadi dia akan menyesal atas apa yang dia lakukan (dengan berinfak seluruh atau melebihi separuh harta) sehingga merusak pahala. Sedekah dan kecukupan hendaknya selalu eksis dalam diri manusia.

Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam tidak mengingkari Abu Bakar yang keluar dengan seluruh hartanya, karena Nabi shallallahu alaihi wa sallam tahu persis kuatnya keyakinan Abu Bakar dan kebenaran tawakkalnya, sehingga Nabi shallallahu alaihi wa sallam tidak khawatir fitnah itu menimpanya sebagaimana Beliau khawatir terhadap selain Abu Bakar.

6. Sedekah dengan Menafkahi anak-istri
Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda:
Ada dinar yang kamu infakkan di jalan Allah, dinar yang kamu infakkan untuk memerdekakan budak dan dinar yang kamu sedekahkan kepada orang miskin. Namun dinar yang kamu keluarkan untuk keluargamu (anak-isteri) lebih besar pahalanya. (HR. Muslim)

7. Sedekah kepada Kerabat
Diceritakan bahwa Abu Thalhah radhiyallahu anhu memiliki kebun kurma yang sangat indah dan sangat dia cintai, namanya Bairuha. Ketika turun ayat : Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan (yang sempurna), sebelum kamu menafkahkan sebagian harta yang kamu cintai. (QS. Ali Imran: 92)
Maka Abu Thalhah mendatangi Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam dan mengatakan bahwa Bairuha diserahkan kepada Beliau, untuk dimanfaatkan sesuai kehendak Beliau. Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam menyarankan agar ia membagikan bairuha kepada kerabatnya. Maka Abu Thalhah melakukan apa yang disarankan Nabi shallallahu alaihi wa sallam dan membagikannya untuk kerabat dan keponakannya (HR. Bukhari dan Muslim)
Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam juga bersabda:

Bersedekah kepada orang miskin adalah satu sedekah, dan kepada kerabat ada dua (kebaikan); sedekah dan silaturrahim. (HR. Ahmad, Tirmidzi, Nasai, Ibnu Majah dan Hakim, Shahihul Jami no. 3858)

8. Sedekah kepada Tetangga
Bersedekah kepada tetangga sangat dianjurkan dan memiliki keutamaan sedekah yang jangan sampai ditinggalkan. Apabila kita memiliki makanan maka dianjurkan untuk membagikan pada tetangga.
Rasulullah bersabda, artinya: Wahai Abu Dzar! Jika kamu memasak sop, maka perbanyaklah kuahnya, lalu bagilah sebagiannya kepada tetanggamu. (HR. Muslim)

9. Sedekah untuk Jihad fii Sabilillah

10. Sedekah kepada Kawannya yang Berada di Jalan Allah
Dalil kedua hal di atas (no. 9 dan 10) adalah sabda Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam: Dinar yang paling utama adalah dinar yang dikeluarkan seseorang untuk menafkahi keluarganya, dinar yang dikeluarkan untuk kendaraannya (yang digunakan) di jalan Allah dan dinar yang dikeluarkan kepada kawannya di jalan Allah. (HR. Muslim)

Barang siapa mempersiapkan (membekali) orang yang berperang, maka sungguh ia telah berperang. Barang siapa yang menanggung keluarga orang yang berperang, maka sungguh ia telah berperang. (HR. Bukhari dan Muslim) (berbagai sumber)

Kategori :