Membuka bungkusan daun jati dengan hati-hati, merasakan aroma yang terpancar, dan menikmati setiap suapannya dengan lauk yang beragam ragam,
Semua itu membuat makanan ini menjadi lebih dari sekadar santapan, tetapi juga sebuah pengalaman yang mengagumkan.
BACA JUGA:Fakta Sejarah Lentog Tanjung Khas Kudus, Rekomendasi Sarapan yang Lezat dan Murah Meriah
Tentu saja kelezatan Sego Khas Wonogiri sudah melampaui batas wilayah Wonogiri. Kuliner ini telah menjadi daya tarik bagi wisatawan kuliner yang ingin merasakan pengalaman unik dalam menjelajahi kekayaan kuliner Indonesia.
Sego berkat juga sudah dapat ditemui diberbagai tempat karena saking populernya.
Kelezatan Sego Berkat Khas Wonogiri tidak hanya terbatas pada rasanya yang lezat, tetapi juga mewakili kekayaan budaya dan tradisi masyarakat desa di Wonogiri.
Biasanya di Wonogiri sego berkat atau nasi berkat digunakan sebagai angsul-angsul atau oleh-oleh untuk para tamu yang hadir di hajatan.
Jika biasanya di kota-kota besar tamu undangan pulang membawa oleh oleh souvenir, namun masyarakat Wonogiri memberikan Sego Berkat sebagai oleh-oleh.
BACA JUGA:Asal Usul Nasi Kuning dan Makna Nasi Kuning Yang Dianggap Sakral oleh Masyarakat Zaman Dulu
Dinamakan Sego berkat demikian karena hanya hadir pada acara perayaan dan silaturahmi. Acara tersebut selalu diiringi dengan doa sebagai wujud rasa syukur.
Kata “berkat” berasal dari bahasa Arab “barakat” yang berarti kebaikan atau keberkahan yang terus bertambah.
Mereka yang menjadi tuan rumah acara tersebut akan mempersembahkan sego berkat sebagai simbol keinginannya agar terkabul, sebagai tanda syukur, dan sebagai harapan saling mendoakan kebaikan.
Hingga kini tradisi tersebut masih dilakukan terutama masyarakat desa yang masih kental akan tradisi.
Sebagai suatu kebanggaan bagi Wonogiri, Sego Berkat Khas Wonogiri tidak hanya sekedar hidangan, tetapi juga sebuah warisan budaya yang patut dilestarikan.
BACA JUGA:Kota Batik Pekalongan, Ternyata Punya Kuliner Khas Legendaris yang Wajib Dicoba!
Keunikan penyajiannya dengan menggunakan daun jati sebagai pembungkusnya memberikan sentuhan yang tidak hanya memuaskan lidah, tetapi juga memanjakan indera penciuman.