Tiga Kasus Petasan Ditangani, Polres Wonosobo Intensifkan KRYD Ramadan

Tiga Kasus Petasan Ditangani, Polres Wonosobo Intensifkan KRYD Ramadan

DIWAWANCARAI. Kapolres Wonosobo, AKBP M Kasim Akbar Bantilan saat diwawancarai awak media. - AGUS SUPRIYADI - MAGELANG EKSPRES-DIWAWANCARAI. Kapolres Wonosobo, AKBP M Kasim Akbar Bantilan saat diwawancarai awak media. - AGUS SUPRIYADI - MAGELANG EKSPRES-

WONOSOBO, MAGELANGEKSPRES.ID – Menanggapi keresahan warga akibat bunyi ledakan yang mengganggu kesucian bulan Ramadan, Polres Wonosobo resmi meningkatkan intensitas patroli dini hari. 

Langkah ini diambil guna memutus rantai peredaran dan pembuatan petasan yang kian mengkhawatirkan.

Kapolres Wonosobo, AKBP M Kasim Akbar Bantilan, menegaskan bahwa pihaknya tidak ingin kecolongan. Hingga minggu ini, tercatat sudah ada tiga kasus petasan yang ditangani secara serius karena menimbulkan risiko keselamatan jiwa.

Polres Wonosobo mengerahkan seluruh jajaran Polsek untuk melaksanakan Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan (KRYD). Strategi utamanya adalah Blue Light Patrol yang menyasar jam-jam krusial.

BACA JUGA:Khasiat Kurma dan Meneladani Rasulullah Ketika Berbuka Puasa

Hal krusial tersebut meliputi waktu operasi malam hari hingga menjelang subuh. Kemudian patroli gabungan antar-Polsek dan pendekatan langsung melalui program Sobo Wargo dan menyasar lokasi rawan kerumunan remaja dan titik-titik yang dicurigai sebagai tempat perakitan.

"Kami setiap malam libur melakukan operasi rutin yang ditingkatkan, menggabungkan seluruh Polsek dengan blue light patrol-nya pada jam dini hari," tandasnya kemarin.

Kepolisian menyoroti dampak fatal dari hobi berbahaya ini. Berdasarkan data penanganan kasus, para korban umumnya mengalami luka berat, terutama saat melakukan proses perakitan bahan peledak secara mandiri.

Terkait asal-usul bahan, Satreskrim Polres Wonosobo kini tengah memburu para pemasok.

BACA JUGA:Viral! SPPG Giyanti Temanggung Diinvestigasi, Diduga Beri Makanan Tak Layak ke Siswa MBG

"Peredaran bahan banyak diperoleh melalui media online. Saat ini tim sedang melakukan penelusuran lebih lanjut," ujarnya.

Polres Wonosobo meminta masyarakat untuk kooperatif dan melaporkan jika melihat aktivitas perakitan petasan di lingkungannya. Warga dilarang keras membuat atau menyalakan petasan demi menjaga kekhusyukan ibadah dan keselamatan bersama. (gus)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait