Racikan Mercon Meledak, Pemuda Asal Kertek Wonosobo Terkapar Penuh Luka
PETAKA. Rumah tempat korban meracik mercon yang berujung petaka nampak berantakan. -PETAKA. Rumah tempat korban meracik mercon yang berujung petaka nampak berantakan. -
WONOSOBO, MAGELANGEKSPRES.ID – Keheningan malam di wilayah Pandansari, Kelurahan Kertek, Kabupaten Wonosobo mendadak pecah oleh dentuman keras yang menggetarkan pemukiman warga pada Kamis (19/2) sekitar pukul 23.30 WIB.
Sebuah rencana merakit petasan berujung petaka, meninggalkan seorang pemuda bersimbah darah dengan luka bakar serius.
Tragedi ini bermula saat korban berinisial FR bersama rekannya, AR, bermaksud menyiapkan amunisi petasan. Setelah membeli bubuk mercon dari Dusun Siyono bojasari, keduanya memilih sebuah rumah milik warga berinisial M sebagai lokasi perakitan.
Nahas, proses kreatif yang ilegal tersebut dilakukan dengan cara yang sangat berisiko. Diduga kuat, percikan api dari mesin gerinda pemotong besi yang digunakan di dekat bahan peledak menjadi pemicu utama.
BACA JUGA:Usai Terima Laporan Kenaikan, Mentan Amran Sidak Pasar, Harga Langsung Turun 15 Ribu
Dalam sekejap, bahan petasan tersebut menyambar dan meledak hebat di dalam ruangan.
Warga yang terkejut mendengar suara ledakan langsung berhamburan menuju lokasi dan mendapati FR sudah tak berdaya.
Korban segera dilarikan ke RS PKU Muhammadiyah Wonosobo guna mendapat pertolongan darurat.
Berdasarkan hasil pemeriksaan medis oleh dr. Pendowo, ledakan tersebut meninggalkan jejak yang mengerikan pada tubuh korban, meliputi luka bakar dan luka robek di kedua tangan, luka serius pada area dada dan wajah dan luka robek pada bagian paha.
BACA JUGA:Harga Cabai Temanggung Naik 40 Persen Jelang Ramadan, Petani Terancam Gagal Panen
Kapolsek Kertek, AKP Sutono, mengatakan bahwa pihaknya tidak akan tinggal diam atas insiden yang membahayakan nyawa ini. Polsek Kertek telah melakukan olah TKP dan mengamankan sisa-sisa bahan peledak serta alat bukti lainnya.
"Kami masih melakukan pendalaman dan penyelidikan intensif, terutama melacak asal bahan peledak tersebut. Jika ditemukan pelanggaran hukum, akan kami tindak tegas sesuai aturan yang berlaku," ujarnya.
Ia juga memberikan peringatan keras kepada masyarakat agar tidak bermain-main dengan bahan peledak, terlebih merakitnya secara ilegal.
"Ini adalah pengingat bagi semua, nyawa jauh lebih berharga daripada suara ledakan. Jangan membeli atau menyimpan bahan berbahaya yang bisa menghancurkan masa depan ," tambahnya. (*)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: