Harga Cabai di Temanggung Turun Drastis

Senin 08-01-2024,17:20 WIB
Reporter : Setyo Wuwuh
Editor : Lukman Hakim

TEMANGGUNG, MAGELANGEKSPRES - Harga jual cabai di tingkat petani paska perayaan Natal dan tahun baru 2024 mulai turun, turunnya harga ini diperkirakan semakin banyak petani yang mulai panen selain itu juga karena permintaan juga menurun.

Sebelumnya saat menjelang perayaan Natal dan tahun baru 2024 lalu, harga jual cabai di tingkat petani tembus Rp80.000 per kilogram, harga tersebut untuk cabai jenis cabai sret atau setan merah.

BACA JUGA:Harga 5 Bapokting di Wonosobo Merangkak Naik, Tertinggi Cabai Merah Keriting

Namun kini harga jual cabai yang terkenal super pedas ini mulai berangsur turun, dalam satu kilogrmanya saat ini hanya laku dijual Rp36.000. Penurunan harga sudah lebih dari 50 persen dari harga sebelumnya.

"Turunnya cukup banyak, kalau dulu satu kilogram sekarang jual dua kilogram,"tutur Sri Darwanti, seorang petani warga Desa Manding, Senin 8 Januari.

Ia mengatakan, untuk harga cabai sret merah jenis RM juga turun menjadi Rp32.000 per kilogram, dari harga Rp75.000 per kilogram.

"Cabai sret merah jenis RM ini beda harganya dengan jenis ori, meski sama-sama sret. Kalau yang ori itu Rp36.000 per kilogram, sedangkan RM Rp32.000 per kilogram. Ada selisih 4-5 ribu per kilogram," imbuhnya.

Selain mengalami penurunan harga, saat ini tanaman cabai mulai terserang penyakit patek dan busuk batang meski kerusakan masisedikit. Berbagai upaya juga telah dilakukan oleh petani yakni pemberian pupuk tambahan, serta penyemprotan menggunakan obat pestisida untuk mengantisipasi merebaknya penyakit tersebut.

BACA JUGA:Kemarau Panjang Diduga Picu Kenaikan Harga Cabai di Temanggung

"Musim hujan itu sangat berpengaruh pada tanaman, penyakit patek sama busuk batang. Kalau kena patek bisa parah, karena belum ada obat pengendali. Kalau busuk batang itu bisa menular, sangat cepat kalau tidak diobati," tegasnya.

Kepala Dinas Koperasi, UMKM dan Perdagangan Temanggung, Entargo Yutri Wardono mengatakan harga cabai sempat naik karena musim kering kemarin sedikit petani di daerah ini yang panen. Ditambah permintaan cabai tinggi saat perayaan Natal dan tahun baru.

"Memang kondisinya sekarang sudah mulai banyak yang menanam cabai dan panen juga banyak, disamping kebutuhannya menurun, kemarin puncaknya di Nataru sehingga permintaan tinggi. Tetapi sekarang permintaan berkurang dan produknya cukup tinggi.(set)

Kategori :