TEMANGGUNG, MAGELANGEKSPRES.ID - Tingginya curah hujan dalam beberapa waktu terakhir tidak hanya merusak jalan raya, tetapi juga trotoar di Jalan Jenderal Sudirman, tepatnya di Desa Bendo, Kecamatan/Kabupaten Temanggung.
Kerusakan trotoar ini cukup parah, memaksa warga setempat untuk memberi tanda seadanya agar pejalan kaki tidak terperosok ke dalam lubang.
"Rusaknya sudah sangat parah, lubangnya berdiameter kurang lebih satu meter," ujar Feriyanto, warga setempat, Selasa (11/2/2025).
BACA JUGA:Temanggung Tata Ulang PKL di Jalan Jenderal Sudirman untuk City Walk yang Asri
BACA JUGA:Kasus PMK di Temanggung Melonjak! DKPPP: Jangan Panik, Ini Langkah Pencegahannya!
Menurutnya, trotoar tersebut sudah lama mengalami kerusakan.
Awalnya, hanya beberapa paving yang lepas, namun karena tidak segera diperbaiki, kondisinya semakin memburuk, terutama saat musim hujan.
Drainase di bawah trotoar tak lagi mampu menampung derasnya air hujan, menyebabkan luapan air yang terus menggerus trotoar hingga berlubang besar.
BACA JUGA:Pembangunan Trotoar di Temanggung Abaikan Lingkungan, Pohon-pohon Rimbun Ditebang Habis
BACA JUGA:Program Cek Kesehatan Gratis di Temanggung Dimulai! Ini Cara dan Syaratnya
"Sudah lebih dari setahun, awalnya hanya paving yang lepas, tapi sekarang lubangnya semakin besar akibat terus tergerus air hujan," jelasnya.
Kondisi ini sangat membahayakan pejalan kaki, terutama pada malam hari karena minimnya penerangan.
Bahkan, banyak pengendara motor yang nekat melintas di trotoar tersebut, menambah risiko kecelakaan.
BACA JUGA:Program Cek Kesehatan Gratis di Temanggung Dimulai! Ini Cara dan Syaratnya
BACA JUGA:Operasi Keselamatan Candi 2025 Dimulai! Knalpot Brong Jadi Target Utama Selama 14 Hari