Kondisi ini menyisakan tanya di kalangan internal maupun relawan.
BACA JUGA:Melihat Produksi Kerajinan Mainan Anak di Stand Magelang Fair 2025
Sebab, struktur organisasi yang semestinya berjalan lima tahun kini terkesan di-reset dalam tempo satu tahun.
Kendati demikian, Ketua PMI Provinsi Jawa Tengah, Sarwa Pramana berharap pelantikan ini akan membuat PMI Kota Magelang semakin optimal menjalankan mandat kemanusiaannya.
Ia turut mengingatkan agar organisasi tetap menjaga akuntabilitas, mengingat sebagian besar dana PMI berasal dari masyarakat.
BACA JUGA:10 Persen Sampah di Kota Magelang Berkurang karena Bank Sampah
"Dana PMI rawan. Maka harus transparan dan akuntabel. Jangan sampai kepercayaan publik terganggu,” ujarnya.
Sementara itu, Walikota Magelang, Damar Prasetyono mengajak seluruh pengurus PMI Kota Magelang untuk menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab.
Kepengurusan organisasi kemanusiaan ini, kata dia, bisa menjadi ladang kebaikan bagi semua pihak.
BACA JUGA:Kota Magelang Siapkan 17 Koperasi Merah Putih, Bisnis Disesuaikan Potensi Kelurahan
"PMI merupakan simbol kemanusiaan. Saat bencana datang, PMI selalu jadi yang pertama hadir membantu," ujar Damar.
Ia juga menegaskan pentingnya integritas, kejujuran, dan komitmen dalam menjalankan roda organisasi.
Menurutnya, PMI harus terbuka dan merangkul semua lapisan masyarakat dalam memberikan pelayanan.
"Kejujuran dan integritas adalah pondasi utama. PMI harus inklusif dan berpegang pada tujuh prinsip dasarnya agar terus tumbuh dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat," tuturnya.