“Antisipasi harus dilakukan melalui penyusunan rencana penanggulangan bencana yang matang,” ujarnya.
Tahap kedua adalah tanggap darurat, di mana penanganan cepat dan terkoordinasi sangat dibutuhkan untuk meminimalkan korban jiwa dan kerugian material.
Menurutnya, kesiapan pada tahap prabencana akan menentukan keberhasilan dalam menghadapi situasi darurat.
Tahap ketiga adalah pemulihan, yang meliputi proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana.
Tujuannya untuk mengembalikan kondisi wilayah terdampak ke situasi normal, bahkan lebih baik dari sebelumnya.
“Kewaspadaan adalah kunci. Kita harus siap menghadapi segala potensi bencana agar dapat mencegah dan meminimalkan korban,” pesan Bupati.