PURWOREJO, MAGELANGEKSPRES.ID – Kabupaten Purworejo kembali menjadi tuan rumah ajang bergengsi Kejurprov Casytha Manahadap Road Race 2025 Seri 4, yang digelar di sirkuit jalan raya kawasan Alun-alun Purworejo, pada 1–2 November 2025.
Kegiatan ini menjadi momen spesial karena ajang balap motor jalan raya serupa telah vakum hampir satu dekade di daerah ini.
Wakil Bupati Purworejo Dion Agasi Setiabudi, menyampaikan apresiasi atas terpilihnya Purworejo sebagai lokasi penyelenggaraan seri keempat kejuaraan ini.
BACA JUGA:Sempat Terkendala Anggaran, Puluhan Atlet Atletik Purworejo Bakal Berlaga di Kejurprov Jateng 2025
Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya memberi dampak positif bagi dunia otomotif, tetapi juga menjadi sarana promosi potensi unggulan daerah.
“Road race yang digelar di Purworejo ini merupakan berkah. Saya mengapresiasi dan berterima kasih kepada Mbak Casytha. Ajang ini menumbuhkan kembali semangat dunia balap motor di Purworejo,” ujar Dion saat hadir menyaksikan balapan, Sabtu (1/11).
Dion menegaskan bahwa Pemkab Purworejo akan terus mendukung kegiatan yang membangun sportivitas dan kreativitas, terutama bagi generasi muda.
BACA JUGA:808 Atlet Difabel Bersaing di Kejurprov NPCI Jawa Tengah 2025
Ia berharap pembalap lokal dari Purworejo maupun Jawa Tengah dapat menorehkan prestasi di ajang profesional.
“Purworejo dulu gudangnya pembalap, banyak yang berkiprah di level nasional maupun internasional. Semoga ajang seperti ini tidak berhenti di sini, tetapi terus berlanjut,” tegasnya.
Sementara itu, Casytha Arriwi Kathmandu dari Casytha Manahadap Racing Team Management, yang juga anggota DPD RI, menyampaikan terima kasih atas dukungan Pemerintah Kabupaten Purworejo dan jajaran Forkopimda, sehingga event ini berjalan sukses.
“Dukungan Forkopimda sangat luar biasa, membantu menggali potensi dan bakat-bakat muda di Purworejo. Semoga road race ini menjadi pembuka bagi ajang-ajang berikutnya di tahun mendatang,” tandas Casytha.
Dengan terselenggaranya Kejurprov Casytha Manahadap Road Race 2025 Seri 4 di Purworejo, semangat dunia otomotif lokal kembali hidup, sekaligus membuka peluang lahirnya pembalap-pembalap baru dari bumi Bagelen.