“Kerusakan bangunan rumah ditaksir mencapai Rp 5,5 juta. Tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian ini,” ujar Totok.
Pasca kejadian, BPBD Temanggung langsung melakukan pendataan, peninjauan lokasi, serta koordinasi dengan pihak terkait untuk penanganan lanjutan.
BACA JUGA:Baru 200 Masjid di Temanggung Berstatus UPZ, Baznas Beri Pembekalan Takmir
Kebutuhan mendesak yang diperlukan meliputi perbaikan bangunan, pembersihan material longsor, serta penyediaan semen.
Totok mengimbau masyarakat, khususnya yang tinggal di wilayah rawan longsor, agar meningkatkan kewaspadaan saat hujan dengan intensitas tinggi.
“Masyarakat diminta segera melapor ke perangkat desa atau pihak terkait jika muncul tanda-tanda pergerakan tanah, retakan, atau kondisi lingkungan yang berpotensi menimbulkan bencana,” pesannya.