MAGELANGEKSPRES.ID - Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengutamakan berbuka dengan kurma, yakni kurma muda (ruthob) atau kurma masak (tamr). Kalau tidak ada kurma, Beliau berbuka dengan air putih.
كَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يُفْطِرُ عَلَى رُطَبَاتٍ قَبْلَ أَنْ يُصَلِّىَ فَإِنْ لَمْ تَكُنْ رُطَبَاتٌ فَعَلَى تَمَرَاتٍ فَإِنْ لَمْ تَكُنْ حَسَا حَسَوَاتٍ مِنْ مَاءٍ
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa berbuka dengan rothb (kurma basah) sebelum menunaikan shalat. Jika tidak ada ruthob (kurma basah), maka beliau berbuka dengan tamr (kurma kering). Dan jika tidak ada yang demikian beliau berbuka dengan seteguk air.”
(HR. Abu Daud dan Ahmad. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan shahih).
Tidak diragukan bahwa, ada hikmah di balik tiga menu berbuka puasa yang dipilih Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam ini. Setiap perintah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tersimpan manfaat luar biasa, baik secara kejiwaan, sosial maupun kesehatan.
BACA JUGA:Meraih Kesempurnaan Pahala Puasa dengan Menjaga Sunnah-Sunnahnya
Pemilihan tiga menu andalan di atas tidak hanya akan menjadikan jasmani sehat dengan nutrisi dan gaya hidup sehat, rohani pun sehat dengan iman dan ketakwaan yang memancar dari menjalankan perintah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Namun yang layak menjadi catatan, tentu bukan hanya sehat yang menjadi tujuan kita, namun ada niat ibadah saat menjalankan perintah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Seluruh yang disampaikan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah bersumber dari Tuhan semesta alam, yang maha mengetahui setiap seluk beluk makhluk-Nya.
BACA JUGA:Meneladani Puasa Rasulullah, Menjauhi Pembatal Puasa dan Mengisi dengan Amal Kebaikan
Khasiat Kurma
Seorang ulama klasik sekaligus pakar kesehatan di masanya, Imam Ibnul Qoyyim rahimahullah pernah mengungkapkan,
وفي فطر النبي – صلى الله عليه وسلم – من الصوم على الرطب، أو على التمر أو الماء – تدبيرٌ لطيف جدًّا؛ فإن الصوم يخلي المعدة من الغذاء، فلا تجد الكبد فيها ما تجذبه وترسله إلى القوى والأعضاء. والحلو أسرع شيءٍ وصولاً إلى الكبد وأحبُّه إليها، ولا سيما إن كان رطبًا، فيشتد قبولها له، فتنتفع به هي والقوى، فإن لم يكن فالتمر؛ لحلاوته وتغذيته، فإن لم يكن فحسوات من الماء تطفئ لهيب المعدة وحرارة الصوم، فتنتبه بعده للطعام، وتأخذه بشهوة
Pada kebiasaan berbukanya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan kurma muda, kurma masak atau air, terkandung hikmah yang sangat menarik.
Saat puasa, lambung kosong dari makanan. Sehingga hati tidak mendapatkan suplai nutrisi untuk kemudian diedarkan ke seluruh tubuh. Menariknya, makanan manis lebih mudah dicerna oleh hati dan lebih disukai hati. Lebih-lebih jika makanan manis itu berupa kurma muda, maka hati lebih cepat menerima nutrisinya. Sehingga tubuh mendapatkan manfaat berupa suplai energi/kalori.
BACA JUGA:Meneladani Puasa Rasulullah, Menjauhi Pembatal Puasa dan Mengisi dengan Amal Kebaikan
Jika kurma muda tidak ada, pilih opsi berikutnya yaitu kurma masak, karena rasanya juga manis dan mengandung nutrisi penting. Jika tidak ada pula, berbukalah dengan meneguk air. Karena air dapat memadamkan dahaga lambung kita dan panasnya puasa. Sehingga lambung siap menerima makanan setelah itu. ” (At-Tibbun An-Nabawi, karya Imam Ibnul Qayyim)
Pernyataan Imam Ibnul Qayyim di atas, diamini oleh para ilmuan dokter dan muslim modern. Diantaranya dr. Ahmad Abdurrauf Hasyim, dalam buku beliau “Ramadhan wat Thiib” (Ramadhan dan ilmu kesehatan) beliau menerangkan,
” Yang sangat diperlukan bagi orang yang ingin berbuka puasa adalah jenis-jenis makanan yang mengandung gula, zat cair yang mudah dicerna oleh tubuh dan langsung cepat diserap oleh darah, lambung dan usus serta air sebagai obat untuk menghilangkan dahaga.
BACA JUGA:Meraih Kesempurnaan Pahala Puasa dengan Menjaga Sunnah-Sunnahnya
Zat-zat yang mengandung gula yaitu glukosa dan fruktosa memerlukan 5-10 menit dapat terserap dalam usus manusia ketika dalam keadaan kosong. Dan keadaan tersebut terjadi pada orang yang sedang berpuasa. Jenis makanan yang kaya dengan kategori tersebut yang paling baik adalah kurma khususnya ruthab (kurma basah) karena kaya akan unsur gula, yaitu glukosa dan fruktosa yang mudah dicerna dan diserap oleh tubuh. ”
(Dikutip dari situs : al-manhaj.or.id). (*)