Tegas! Ahmad Luthfi Minta BNNP Perkuat Cegah Narkoba, Prioritaskan Semarang dan Solo

Kamis 26-02-2026,16:07 WIB
Reporter : Wiwid Arif
Editor : Arief Setyoko

SEMARANG, MAGELANGEKSPRES.ID Ancaman peredaran narkoba di Jawa Tengah (Jateng) menjadi atensi serius Gubernur Ahmad Luthfi.

Ia secara khusus mendesak Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jateng untuk tancap gas memperkuat langkah pencegahan, dengan menempatkan wilayah Semarang dan Solo sebagai prioritas utama.

Instruksi tersebut ditekankan Luthfi saat menerima audiensi Kepala BNNP Jateng, Toton Rasyid, di ruang kerjanya, Kamis (26/2/2026).

BACA JUGA:Gubernur Jawa Tengah Minta Polisi Berangus Premanisme Debt Collector di Jalanan

Mantan Kapolda Jateng itu menggarisbawahi bahwa Semarang dan Solo membutuhkan perhatian ekstra mengingat tingkat kerawanan peredaran gelap narkotika di dua kawasan tersebut tergolong tinggi.

Menurut Luthfi, penanganan dan edukasi bahaya narkoba tidak boleh lagi mandek pada tataran seremonial belaka.

Upaya pencegahan harus dieksekusi secara masif, konsisten, dan menyentuh akar rumput.

BACA JUGA:Sapa Warga di Kabupaten Semarang, Ahmad Luthfi Disambut Parikan Lucu Mbah Mudin: Masyarakat Melu Makmur

Agar program-program pemberdayaan seperti Kampung Bersinar (Bersih dari Narkoba) dan Kampung Tangguh kembali berjalan, lanjutnya, perlu ada pelontar lewat berbagai kegiatan produktif di tingkat desa dan kelurahan.

Baginya, pelibatan aktif masyarakat adalah kunci utama keberhasilan memutus mata rantai narkoba.

“Paling penting kampung bersinar dan tangguh itu diekspose lagi,” tegas Luthfi.

BACA JUGA:Geger Penyelundupan 90,2 Ton Kratom di Tanjung Emas Semarang Terbongkar! Gus Yasin Buka Suara

Sebagai wujud komitmen nyata, Pemprov Jateng terus memoles dukungan anggaran untuk BNNP.

Tren dana hibah yang dikucurkan tercatat terus meroket; dari Rp200 juta pada 2022 dan 2023, naik menjadi Rp750 juta pada 2024. Puncaknya, pada 2025 dan 2026 ini, alokasi hibah melonjak signifikan hingga menyentuh angka Rp1,5 miliar.

Selain dukungan finansial, Luthfi juga menginstruksikan BNNP mendata kabupaten/kota yang hingga kini belum memiliki Badan Narkotika Nasional Kabupaten/Kota (BNNK) agar pembentukannya bisa segera didorong dan direalisasikan.

Kategori :