Museum Daerah Wonosobo Dibuka, Sajikan Wisata Edukasi dan Budaya

Selasa 24-03-2026,14:04 WIB
Reporter : Agus Supriyadi
Editor : Malik Salman

WONOSOBO, MAGELANGEKSPRES.ID – Kabupaten Wonosobo kini resmi memiliki pusat edukasi sejarah baru. Melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud), Pemkab melakukan soft launching Museum Daerah Kabupaten Wonosobo di Gedung Tourist Information Center (TIC) Kalianget, belum lama ini.

Langkah ini menjadi tonggak penting dalam upaya penyelamatan dan pengenalan artefak bersejarah yang selama ini "tersembunyi" di ruang penyimpanan.

Kepala Disparbud Wonosobo, Fahmi Hidayat, menegaskan bahwa kehadiran museum ini bertujuan untuk menyeimbangkan citra Wonosobo yang selama ini hanya dikenal dengan keindahan alamnya.

"Wonosobo adalah kota pariwisata sekaligus budaya. Selama ini banyak artefak hanya disimpan. Melalui museum ini, kami ingin menghadirkannya agar bisa dinikmati dan dipelajari publik," ujarnya.

BACA JUGA:“Ngumbar Mbahmu”, Ajang Belajar Pertolongan Pertama Bagi Relawan 

Meski memanfaatkan lantai 2 Gedung TIC sebagai lokasi sementara karena keterbatasan anggaran, pihaknya memastikan kualitas edukasi tetap menjadi prioritas.

Ia juga mengajak para operator wisata untuk memasukkan museum ini ke dalam paket kunjungan agar wisatawan memiliki pilihan wisata edukasi selain kawasan Dieng.

Museum ini dirancang secara tematik untuk memudahkan pengunjung memahami periodisasi sejarah Wonosobo.

"Dengan mengetahui sejarah, kita akan lebih menghargai perjalanan pendahulu. Museum ini diharapkan mampu menumbuhkan rasa syukur dan mendorong kreativitas dalam melestarikan budaya," katanya.

Sementara itu, Andhika Dwi Nugroho, staf Disparbud, merinci tiga ruang utama yang menjadi daya tarik museum.

BACA JUGA:Tembus 1,3 Juta Kendaraan Masuk Jateng, Perayaan Malam Takbiran Berlangsung Kondusif

Pertama Ruang Dieng, yakni menampilkan artefak masa klasik dari periode Hindu-Buddha (abad ke-7 hingga ke-10).

Kedua Ruang Sindoro, yang berisi koleksi era Islam serta benda logam dan batuan kuno yang memerlukan penanganan khusus.

Ketiga Ruang Sumbing, memamerkan 10 objek pemajuan kebudayaan dan warisan budaya tak benda, seperti bundengan, wayang gedog, hingga tari lengger.

Koleksi yang dipamerkan merupakan hasil kolaborasi dari hibah masyarakat, program penyelamatan, hingga titipan para pelaku budaya.

Kategori :