Festival Balon Udara Wonosobo 2026 Diserbu Ribuan Wisatawan
PUNCAK. Kemeriahan Festival Mudik 2026 di Kabupaten Wonosobo mencapai puncaknya di Lapangan Karangluhur, Kecamatan Kertek, Senin (23/3). - AGUS SUPRIYADI - MAGELANG EKSPRES.--
WONOSOBO, MAGELANGEKSPRES.ID – Kemeriahan Festival Mudik 2026 di Kabupaten Wonosobo mencapai puncaknya di Lapangan Karangluhur, Kecamatan Kertek, Senin (23/3).
Ribuan pengunjung dari berbagai penjuru kota memadati lokasi untuk menyaksikan atraksi balon udara tradisional yang menjadi ikon budaya kebanggaan masyarakat Wonosobo.
Berdasarkan data monitoring, tercatat sekitar 5.000 pengunjung hadir memadati area festival. Menariknya, antusiasme tidak hanya datang dari warga lokal, tetapi juga wisatawan luar daerah seperti Jakarta, Bekasi, Semarang, Solo, hingga Surabaya.
Ima, seorang pengunjung asal Jatiasih, Bekasi, mengaku selalu menyempatkan diri hadir setiap tahun.
BACA JUGA:Hindia Susul .Feast dan The Lantis Guncang Panggung Artopia Vol 1 di Magelang
“Festival balon di sini selalu seru dan ramai. Harga hotel dan makanan terjangkau, orangnya juga ramah. Warga Bekasi, ayo ke Wonosobo!” ungkapnya antusias.
Senada dengan Ima, Yosi asal Solo terpukau dengan perpaduan budaya dan kuliner lokal.
“Pemandangannya bagus, nasi megono-nya enak. Ini pengalaman yang cuma ada di Wonosobo,” tuturnya.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Wonosobo, Kristiana Dhewi, menjelaskan bahwa Festival Mudik tahun ini mengalami ekspansi besar-besaran.
“Tahun ini festival digelar di 23 titik yang tersebar di 9 kecamatan, mulai 22 Maret hingga puncaknya pada 29 Maret 2026 di Alun-alun Wonosobo. Ini bentuk nyata dukungan pemerintah dalam melestarikan warisan budaya tak benda,” jelas Dhewi.
BACA JUGA:Pastikan Stok BBM Aman Selama Mudik, Wakil Menteri ESDM Kunjungi Rest Area 379 A Batang-Semarang
Ketua Panitia Festival Balon Udara Karangluhur, Yazid, menyebutkan bahwa lokasi Karangluhur menjadi magnet utama karena menawarkan view megah Gunung Sindoro dan Sumbing.
Sebanyak 50 kelompok peserta balon udara berpartisipasi dalam festival yang digelar selama dua hari (23-24 Maret) ini.
Tak hanya soal visual, festival ini menjadi mesin penggerak ekonomi warga.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: magelang ekspres