BACA JUGA:Juara Internasional di Thailand, Tim Tari SMAN 4 Semarang Diapresiasi Wagub Jateng
Pemerintah daerah setempat turut menyokong perbaikan 5.000 unit melalui APBD Provinsi. Sementara itu, aliran dana tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) dan Baznas menyumbang kuota perbaikan sebanyak 1.550 unit.
Secara keseluruhan, target perombakan rumah tak layak di Jawa Tengah pada 2026 menembus 36.550 unit. Khusus untuk Kabupaten Brebes, total alokasi dari berbagai sumber pendanaan itu mencapai 514 unit hunian.
Anggota Komisi V DPR RI Danang Wicaksana yang turut meninjau ke lokasi menyatakan dukungannya atas keberlanjutan program tersebut.
BACA JUGA:Gubernur Jateng Salurkan Bantuan Rp 28,01 Miliar untuk Entaskan Kemiskinan Brebes
Sebab, kebutuhan masyarakat di bawah terhadap hunian yang sehat dan layak masih sangat tinggi.
Dia berharap program pro-rakyat itu bisa diperluas pada 2027 mendatang demi memberdayakan banyak usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sektor material bangunan.
Manfaat program itu langsung dirasakan oleh warga prasejahtera. Nunung, salah satu penerima BSPS di Brebes, mengaku sangat terbantu lantaran rumahnya yang rusak parah akhirnya bisa direnovasi.
"Alhamdulillah senang, rumah saya sudah bocor. Sudah rencana renovasi, tapi uangnya tidak cukup. Jadi, terima kasih atas bantuan ini," tuturnya.
BACA JUGA:Kasus Seksual di Pesantren Pati, Wagub Jateng Jamin Korban Tetap Sekolah dan Pelaku Diproses
Program BSPS sendiri menetapkan kriteria ketat bagi para calon penerima. Syarat mutlak tersebut meliputi status warga berpenghasilan rendah, kepemilikan RTLH, tidak pernah menerima bantuan sejenis, serta mempunyai legalitas tanah yang jelas.