30.000 Rumah Tak Layak Huni di Jateng Bakal Segera Diperbaiki Lewat Program BSPS
Sebanyak 30 ribu RTLH di Jawa Tengah akan mendapatkan bantuan dari pemerintah pusat.-IST-MAGELANG EKSPRES
BREBES, MAGELANGEKSPRES.ID — Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) mengalokasikan perbaikan 30.000 unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di wilayah Jawa Tengah pada 2026.
Bantuan tersebut disalurkan melalui Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) yang diluncurkan langsung oleh Menteri PKP Maruarar Sirait di Kabupaten Brebes, Sabtu (9/5/2026).
Maruarar mengatakan, kuota perbaikan rumah di Jawa Tengah tahun ini melonjak tajam dibandingkan periode sebelumnya.
BACA JUGA:Peringati Hardiknas, Ribuan Guru Ikuti Cabdin V Fun Run 5K di Selo Boyolali
Peningkatan tersebut dieksekusi guna mempercepat realisasi program tiga juta rumah yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.
"Tahun lalu di Jawa Tengah ada 7.532 unit, tahun ini minimal 30.000 unit. Naiknya sekitar 23.000 unit," kata Maruarar.
Dia menjelaskan, pemerintah juga memperluas jangkauan penerima BSPS secara nasional.
BACA JUGA:Masjid Bersejarah di Boyolali Mulai Dibangun Kembali, Wagub Taj Yasin Letakkan Batu Pertama
Jika tahun lalu terdapat 222 daerah yang tidak tersentuh program, kini lebih dari 500 kabupaten atau kota di seluruh Indonesia dipastikan mendapat alokasi bedah rumah.
Di samping mengejar target fisik bangunan, Maruarar meminta pelaksanaan program itu turut menghidupkan roda ekonomi daerah.
"Barang-barang yang dibeli, seperti bata dan genteng, usahakan dari Jawa Tengah supaya ekonomi rakyat bergerak," ujarnya.
BACA JUGA:Pertamina dan Badan Gizi Nasional Tandatangani Nota Kesepahaman Pemanfaatan Limbah Domestik
Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyambut baik rencana itu. Langkah perbaikan hunian dinilai sangat vital dalam menekan angka kemiskinan di wilayahnya, terutama bagi warga yang tergolong dalam kelompok desil satu hingga empat.
"Kami mengucapkan terima kasih, ada Pak Ara yang telah memberikan bantuan terkait bedah rumah," ucap Luthfi.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: magelang ekspres