"Dengan melibatkan kearifan lokal dan pendekatan ibu-ibu melalui PKK, pelaksanaan MBG bisa lebih tepat sasaran dan lebih sesuai dengan kebutuhan anak-anak," ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Luthfi juga memaparkan perkembangan pelaksanaan MBG di Jawa Tengah. Ia menyebut jumlah sasaran penerima manfaat program tersebut cukup besar dan kini telah menjangkau hampir sembilan juta orang.
"Untuk Program Makan Bergizi Gratis, Jawa Tengah memiliki data sasaran yang besar. Saat ini penerima manfaatnya sudah hampir 9 juta orang. Karena itu, MBG menjadi salah satu prioritas utama yang kita laksanakan," katanya.
Sementara itu, Kepala Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri Kemendagri, Yusharto Huntoyungo mengatakan monitoring dan evaluasi program direktif Presiden harus dipahami sebagai instrumen untuk memperbaiki kebijakan, bukan sekadar mencari kesalahan dalam pelaksanaan program.
BACA JUGA:Polbangtan Yoma, Kementerian Pertanian, Petani, Aging Farmer, pemberdayaan pemuda,
Keberhasilan program prioritas nasional sangat bergantung pada keterhubungan antara kebijakan pusat dengan perencanaan serta penganggaran di daerah. Dengan demikian, program dapat berjalan lebih efektif dan sesuai kebutuhan masyarakat.
Senada, Wakil Ketua Komisi II DPR RI Aria Bima menilai keberhasilan program nasional tidak cukup diukur dari perumusan kebijakan di tingkat pusat. Implementasi di daerah menjadi faktor penting yang menentukan apakah program benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
"Keberhasilan akan tampak ketika kebijakan itu masuk ke ruang kehidupan masyarakat yang konkret," ujarnya.
BACA JUGA:Pemprov Jateng Kebut Perbaikan Jalan Rusak 2026, Gubernur Luthfi: Jangan Asal-asalan!
Aria menambahkan pemerintah daerah merupakan pihak yang paling dekat dengan masyarakat sehingga lebih cepat mengetahui berbagai persoalan yang muncul di lapangan.
Karena itu, evaluasi terhadap pelaksanaan program pusat di daerah menjadi bagian penting untuk memastikan kebijakan berjalan efektif.
Rakor tersebut digelar untuk mengevaluasi pelaksanaan 10 program direktif Presiden di daerah.
BACA JUGA:Sukses Tekan Pengangguran, Kota Magelang Raih Terbaik I se-Jawa-Bali
Selain Program Makan Bergizi Gratis, agenda evaluasi juga mencakup pertumbuhan ekonomi, pengendalian inflasi, pembangunan tiga juta rumah Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, Sekolah Rakyat, Sekolah Garuda, swasembada pangan, Cek Kesehatan Gratis, serta penghapusan kemiskinan ekstrem.