MAGELANG, MAGELANGEKSPRES.ID – Produktivitas panen padi Kelompok Tani Lestari di Desa Pirikan, Kecamatan Secang, Magelang kini meningkat setelah mendapat bantuan mesin perontok padi dari Universitas Tidar (Untidar).
Teknologi tepat guna tersebut mampu memangkas waktu perontokan sekaligus melipatgandakan kapasitas kerja dibanding cara manual.
Bantuan itu diberikan melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Universitas Tidar Tahun 2026 yang dilaksanakan tim dari Program Studi D4 Teknologi Rekayasa Perancangan Manufaktur.
Tim dipimpin Ir. Rany Puspita Dewi, S.T., M.Eng., IPM.
BACA JUGA:Fasilitas Unggulan HAWS Magelang dan Kualitas Gurunya, Ada Native English Teacher?
Sebelum menggunakan mesin, petani masih merontokkan padi secara manual.
Proses itu membutuhkan waktu sekitar 60 menit untuk menghasilkan 60 kilogram gabah.
Kondisi tersebut dinilai kurang efisien dan memengaruhi produktivitas saat musim panen.
Melalui inovasi tersebut, mesin perontok padi mampu meningkatkan kapasitas kerja hingga sekitar 240 kilogram padi dalam waktu yang sama.
BACA JUGA:Bayi Muhammad MBG Subianto di Wonosobo Viral, Nama Jadi Ungkapan Syukur Program MBG
Selain menyerahkan alat, tim juga memberikan pelatihan penggunaan dan perawatan mesin agar dapat dioperasikan secara mandiri oleh petani.
Ketua Kelompok Tani Lestari, Rahayu Suwanto, mengaku bantuan tersebut memberikan dampak nyata terhadap proses pascapanen.
"Mesin ini mampu merontokkan padi hingga lebih dari 200 kg padi dengan waktu yang sama," ujarnya, kemarin.BACA JUGA:Kemarau Godzilla Diprediksi hingga Oktober, BPBD Kota Magelang Ingatkan Risiko Kekeringan
Menurutnya, penggunaan mesin tidak hanya mempercepat proses kerja, tetapi juga mengurangi tenaga yang dibutuhkan saat panen berlangsung.
Kegiatan yang digelar pada 25 Juni 2026 itu turut melibatkan dosen dan mahasiswa Program Studi D4 Teknologi Rekayasa Perancangan Manufaktur Untidar.