PURWOREJO, MAGELANGEKSPRES.ID – DPRD Kabupaten Purworejo mendorong agar arah kebijakan pembangunan daerah selaras dengan sejumlah program yang disampaikan Presiden RI Prabowo Subianto dalam pidato kenegaraan.
Salah satunya dengan memperkuat pembangunan infrastruktur, kesehatan, pendidikan, serta pengembangan potensi wilayah.
Dorongan tersebut disampaikan Ketua DPRD Kabupaten Purworejo, Tunaryo, saat dikonfirmasi usai memimpin Rapat Paripurna Mendengarkan Pidato Presiden pada Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI dalam Rangka HUT ke-81 Kemerdekaan RI, Jumat (14/8).
Rapat Paripurna berlangsung di Gedung DPRD Purworejo dihadiri Bupati Purworejo Yuli Hastuti, Wakil Bupati Dion Agasi Setiabudi, bersama jajaran Forkopimda, para anggota DPRD, serta kepala perangkat daerah terkait.
Menyerap esensi pidato yang disampaikan oleh Presiden, Tunaryo menilai bahwa pembangunan di daerah masih sangat bergantung pada dana transfer dari pemerintah pusat.
Kondisi tersebut menjadi perhatian karena Pendapatan Asli Daerah (PAD) Purworejo masih relatif kecil.
“Purworejo yang notabenenya PAD-nya bisa dibilang kecil, harapan kita dana transfer tidak berkurang. Terutama transfer daerah pusat maupun DAU, kepenginnya untuk mendorong pembangunan yang ada di Kabupaten Purworejo supaya bahkan ditambahi,” katanya.
Menurutnya, dukungan anggaran dari pemerintah pusat masih sangat dibutuhkan untuk membiayai berbagai program pembangunan.
Mulai dari pembangunan jembatan, rehabilitasi sekolah, hingga peningkatan fasilitas kesehatan seperti Puskesmas.
BACA JUGA:Kantor Baru DPRD Kota Magelang Dibangun di Pusat Kota, Warga Lebih Mudah Sampaikan Aspirasi
Selain dana transfer daerah, perhatian juga diarahkan pada dana desa. Pihaknya menyebut keberadaan dana desa sangat penting bagi Purworejo mengingat masih banyak desa yang berada di wilayah pegunungan dan membutuhkan dukungan anggaran untuk pembangunan.
“Di Kabupaten Purworejo yang notabenenya masih banyak sekali desa-desa yang pegunungan, kita sebenarnya masih sangat membutuhkan dana desa tersebut,” jelasnya.
Lebih lanjut Tunaryo juga menekankan pentingnya pemerataan pembangunan dengan melihat kebutuhan dan potensi masing-masing wilayah.
Salah satu daerah yang dinilai perlu mendapatkan perhatian lebih adalah Kecamatan Bruno.