Relawan Sumbing Evakuasi Pendaki hingga Padamkan Api, Warga Usulkan Embung dan Drone

Minggu 25-10-2026,19:16 WIB
Reporter : Denisa Putri
Editor : Arief Setyoko

BACA JUGA:BPBD Temanggung Terjunkan Tim Gabungan Lewat Empat Jalur untuk Padamkan Kebakaran Gunung Sumbing

Menurutnya, keberadaan embung dapat membantu memenuhi kebutuhan air, terutama saat musim kemarau. Selain itu, jalur yang memudahkan petugas dan relawan menjangkau lokasi kebakaran juga diperlukan agar proses pemadaman bisa dilakukan lebih cepat.

"Kalau bisa dibuatkan embung di kawasan Perhutani, karena untuk minum saja kadang susah waktu kemarau. Lalu jalur penyelamatan untuk percepatan pemadaman api," katanya.

Aspirasi serupa disampaikan warga Desa Wonosari, Muhadi. Ia berharap setiap basecamp memperoleh dukungan sarana pemantauan, salah satunya drone yang dapat membantu mendeteksi dan memetakan titik api sejak awal.

BACA JUGA:Kebakaran Gunung Sumbing Merembet ke Hutan Kledung Temanggung, Seluruh Jalur Pendakian Tutup Total

Menurutnya, pemanfaatan drone juga dapat membantu proses pencarian apabila terdapat pendaki yang hilang atau tersesat di kawasan gunung.

"Jadi kami minta beberapa alat agar kami dapat memetakan lebih awal, tidak hanya soal kebakaran tetapi juga hal lain termasuk pencarian kalau ada pendaki yang hilang atau tersesat," ujarnya.

Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyatakan kebakaran di Gunung Sumbing telah padam. Meski demikian, ia meminta pemerintah daerah, pemerintah desa, masyarakat, dan relawan tetap waspada serta melakukan pemantauan untuk mencegah kebakaran kembali terjadi.

BACA JUGA:Kebakaran Hutan Gunung Sumbing Wonosobo Hanguskan 140 Hektar, Petugas Evakuasi Ratusan Pendaki

Menurut Luthfi, evaluasi dampak kebakaran harus dilakukan berdasarkan data yang akurat. Pendataan tersebut mencakup kondisi vegetasi, satwa liar, hingga luas kawasan yang terbakar di wilayah Wonosobo, Magelang, dan Temanggung.

Tim di kawasan Gunung Sumbing juga diminta melanjutkan patroli serta mempercepat pemulihan lingkungan. Perbaikan saluran air bersih milik masyarakat menjadi salah satu perhatian karena sejumlah pipa dilaporkan terbakar atau rusak akibat kebakaran.

"Banyak pipa-pipa kita yang terbakar atau rusak itu harus kita recovery (pulihkan). Kemudian lakukan reboisasi terkait dengan pascabencana. Beberapa masyarakat mengusulkan untuk diberikan tanaman-tanaman yang siap untuk direboisasi kembali. Reboisasi kita lakukan bersama," kata Luthfi saat meninjau dan bertemu dengan relawan di Basecamp Bimawari, Desa Wonosari, Kecamatan Bulu, Minggu (25/10/2026).

BACA JUGA:Bupati Temanggung Tinjau Karhutla Sumbing, Perhutani Pastikan Api Padam

Selain pemulihan lingkungan, Luthfi menekankan pentingnya pencegahan melalui edukasi kepada masyarakat. Warga diimbau tidak membuang puntung rokok sembarangan atau melakukan pembakaran di kawasan gunung yang dapat memicu kebakaran hutan dan lahan.

Upaya pemulihan dan pencegahan tersebut diharapkan berjalan beriringan dengan peningkatan kesiapsiagaan relawan serta dukungan infrastruktur, sehingga penanganan kebakaran di kawasan Gunung Sumbing dapat dilakukan lebih cepat dan risiko kejadian serupa bisa ditekan.

Kategori :