Sofwan Dedy Soroti Minimnya Anggaran Basarnas, Peralatan SAR Magelang Butuh Penguatan

Senin 02-11-2026,14:17 WIB
Reporter : Heni Agusningtyas
Editor : Ines Sophie

MUNGKID, MAGELANGEKSPRES.ID - Keterbatasan anggaran dan peralatan operasional masih menjadi pekerjaan rumah Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas).

Kondisi tersebut menjadi perhatian Anggota Komisi V DPR RI, Sofwan Dedy Ardianto, saat menyambangi Kantor Basarnas Unit Siaga SAR Borobudur, Kabupaten Magelang, Minggu (1/11/2026) sore.

Dalam kunjungan informal tersebut, Sofwan menyempatkan diri melihat kondisi personel, kelengkapan peralatan, serta mendengarkan berbagai kendala yang dihadapi petugas dalam menjalankan tugas pencarian dan pertolongan.

BACA JUGA:Tim SAR Selamatkan Pekerja Tertimbun Longsor Saat Gali Mata Air di Temanggung, Evakuasi 2 Jam

Ia mengungkapkan, selama ini dirinya kerap mengadvokasi peningkatan anggaran Basarnas dalam rapat-rapat Komisi V DPR RI.

Menurutnya, anggaran yang tersedia belum sebanding dengan besarnya tanggung jawab Basarnas, terutama menghadapi tingginya potensi bencana di Indonesia.

"Antara tugas yang harus diemban Basarnas dengan dukungan anggarannya ini sangat timpang. Indonesia berada di kawasan ring of fire, sehingga potensi bencana dan kecelakaan sangat tinggi. Semestinya Basarnas mendapatkan porsi anggaran lebih besar," ujarnya.

BACA JUGA:Tim SAR Perluas Radius Pencarian Warga Borobudur yang Hilang Terseret Arus Sungai Progo

Terlebih, Kabupaten Magelang memiliki ancaman bencana seperti aktivitas Gunung Merapi dan tanah longsor.

Karena itu, dukungan peralatan SAR juga perlu ditingkatkan secara signifikan.

"Untuk wilayah Magelang, mestinya peralatannya itu kualifikasinya bisa sepuluh kali lipat dari yang ada sekarang," tegasnya.

BACA JUGA:Remaja 14 Tahun Hanyut di Sungai Progo Temanggung Belum Ditemukan, Tim SAR Pinjam Alat Selam dari BPBD Magelan

Sementara itu, personel Unit Siaga SAR Borobudur, Rian Aris Pramana, mengakui keterbatasan peralatan masih menjadi kendala dalam penanganan kejadian di lapangan, terutama kecelakaan lalu lintas yang membutuhkan peralatan khusus untuk evakuasi korban.

"Di sini masih minim, khususnya untuk penanganan kecelakaan yang membutuhkan peralatan khusus. Itu menjadi kendala kami di lapangan," ungkapnya.

Pemenuhan peralatan selama ini masih menunggu dukungan dari pusat.

Kategori :