Rencana City Walk Tuai Pro Kontra
MAGELANGEKSPRES.COM,RENCANA penataan kawasan City Walk sepanjang Jalan Ahmad Yani oleh Pemkot Tegal tahun ini tuai pro kontra. Ada pihak yang tidak setuju, dan tak sedikit yang mengapresiasi rencana tersebut. Salah satunya, Beni, 40, warga Mintaragen, Tegal Timur. Dia mengapresiasi langkah Pemkot Tegal yang berupaya melakukan penataan di wilayahnya. \\\'\\\'Kami yakin, penataan Jalan A Yani akan menjadi lokasi baru bagi masyarakat sekitar, termasuk wilayah tetangga seperti Brebes, Slawi dan Pemalang untuk berdatangan ke sini,\\\'\\\' jelasnya. Begitu juga upaya penataaan PKL yang dianggap bisa membuat wajah kota lebih rapi dan bersih. \\\'\\\'Eranya memang sudah saatnya menata kota agar lebih baik. Sebab, faktor alam di Kota Tegal kurang menunjang. Hanya punya potensi wisata pantai saja,\\\'\\\' katanya. Karenanya,dengan adanya ide penataan Jalan A Yanimaka diperkirakan Kota Tegal akan menjadi luar biasa. Terlebih, ketika Alun-alun dan Taman Pancasila sudah jadi, maka Tegal Bahari bisa memiliki nilai jual besar. Hal berbeda dikatakan pedagang sekitar Pasar Pagi, Yani, 46. Dia berharap PKL bisa tetap berjualan di sepanjang jalan ini. \\\'\\\'Harapannya kami jangan digusur. Kami siap ditata agar bisa lebih rapi. Jika PKL digusur maka banyak pelaku usaha yang menolak,” katanya. Menanggapi itu, Wali Kota Tegal menjelaskan bahwa penataan PKL sepanjang Jalan Ahmad Yani akan diprioritaskan pada pedagang yang sudah menempati lokasi dengan menyesuaikan perencanaan penataan PKL. \\\'\"Begitu juga dengan rekayasa arus lalu lintas, akan diberlakukan searah dari simpang gili tugel sampai Jalan A Yani atau lampu merah gantung,\\\'\\\' katanya. Pukul 15.00 hingga 24.00 WIB Jalan A Yani akan ditutup untuk wisata kuliner food truck.Sedangkan untuk pengunjung wisata kuliner disediakan kantong-kantong parkir di Jalan Setia Budi, D.I. Panjaitan,Veteran, Waru, Cemara, Jati, K.H Zenal Abidin, dan H.O.S. Cokroaminoto. (gus/wan)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: