Polisi Selidiki "Pengacau" Masjid di Krandan Salaman, Pelaku Diduga Tidak Waras
MASJID. Takmir Masjid Al – Mahfudz Dusun Krandan, Desa Kebonrejo, Kecamatan Salaman, Magelang menjelaskan kronologi pembakaran fasilitas di Masjid tersebut.(foto : Chandra Yoga Kusuma/magelang ekspres)--Magelangekspres.com
MAGELANG, MAGELANGEKSPRES.DISWAY.ID - Seseorang dengan gangguan jiwa (ODGJ), diduga menjadi pelaku pembakaran fasilitas di dalam Masjid Al – Mahfudz Dusun Krandan, Desa Kebonrejo, Kecamatan Salaman, Magelang pada Sabtu (10/12/2022). Kendati demikian pihak berwajib masih melakukan penyelidikan atas kejadian itu.
Kapolsek Salaman, Iptu Sukarjo mengatakan bahwa pihaknya masih melakukan penyelidikan terkait peristiwa ini.
”Kejadian di masjid Dusun Krandan, Desa Kebonrejo itu sudah beberapa kali, ada tiga kali. Masyarakat sekitar dan takmir masjid menganggap pelakunya orang tidak waras atau ODGJ. Namun demikian, baik dari Polsek Salaman maupun Polres masih melakukan penyelidikan,” jelasnya.
Iptu Sukarjo mengimbau kepada masyarakat, bila melihat ada orang yang mencurigakan agar segera melapor ke RT, kadus dan sebagainya.
”Kami juga menghimbau kepada takmir masjid, untuk memasang CCTV di sekitar masjid,” jelas Sukarjo.
Peristiwa terjadi antara pukul 07.00 - 09.00 WIB. Pelaku belum diketahui. Indikasinya itu orang depresi. Namun menurut keterangan warga ada seorang wanita berjilbab lari meninggalkan halaman Masjid.
Pengelola Masjid Al-Mahfudz Muhammad Ashar (36), Minggu (11/12/2022), menjelaskan bahwa saat kejadian, dirinya sedang ada kegiatan di tempat lain. Ketika mendapat kabar terkait kejadian tersebut, yang langsung menuju ke masjid. Di dalam masjid masih ditemukan beberapa barang yang tidak seharusnya dibawa ke dalam masjid.
”Disebar-sebar beberapa pembalut, kemudian kitab-kitab untuk kutbah dan ngaji terlihat berserakan. Kemudian bersama teman-teman langsung membersihkan. Dan semua karpet akan kita dicuci,” jelas Ashar.
Saat kejadian ada barang yang dibakar di dalam masjid yaitu tirai pembatas antara jemaah laki-laki dan perempuan. Hal ini sempat membuat panik warga yang kebetulan mengetahui terbakarnya tirai pembatas.
”Indikasi pelaku orang dalam gangguan jiwa. Ibaratnya orang tidak punya pikiran, tapi sampai melakukan itu. Ada pembalut berserekan, dan ada darah kayak darah haid berceceran, sehingga di dalam masjid sangat berbau,” terang Ashar.
Ashar menyebutkan, kejadian seperti ini sebenarnya bukan kali pertama terjadi, karena ini untuk yang ketiga kalinya.
“Untuk kejadian pertama saya lupa. Tapi waktu itu, bapak saya bilang kitab di dalam masjid, ditumpuk-tumpuk dan dikasih air. Dari pihak pengurus (mengira) pelaku anak kecil yang kejadian pertama. Kejadian terulang lagi sekitar tanggal 31 Oktober itu lebih parah, ada bau seperti kotoran, kencing, baunya amis. Tidak enaklah. Sampai disemprot parfum, semua karpet dikeluarkan, dipel semua,” papar Ashar.
Ashar menegaskan guna mengantisipasi kejadian serupa, pihaknya dala waktu dekat akan memasang CCTV di beberpa titik.
“Namun menurut salah satu warga pada kejadian kemarin ada seorang perempuan berhijab tida dikenal lari meninggalkan halaman masjid,” jelasnya.(cha)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: magelangekspres.com