Tim Dosen Universitas Tidar Hibahkan Media Pembelajaran Otomotif Saat Pelatihan Pencetakan 3D
PELATIHAN. Tim Dosen S1 Teknik Mesin Untidar memberikan pelatihan kepada guru, laboran dan siswa SMK Islam Secang swlama tiga hari-HENI AGUSNINGTYAS-MAGELANG EKSPRES
SECANG, MAGELANGEKSPRES.ID - Tim Dosen S-1 Teknik Mesin Universitas Tidar (Untidar) memberikan transfer pengetahuan tentang teknologi Desain 3D, Slicing, dan Pencetakan 3D di SMK Islam Secang, Kabupaten Magelang.
Pelatihan berlangsung selama tiga hari, Senin hingga Rabu (16-18/6), dan diikuti oleh 20 peserta yang terdiri dari guru, laboran, serta siswa-siswi Jurusan Teknik Kendaraan Ringan (Otomotif).
Pelatihan diawali dengan pengenalan Desain 3D menggunakan aplikasi CAD. Prinsipnya, semua jenis aplikasi CAD dapat digunakan asalkan mampu menyimpan model tiga dimensi dalam format berkas berekstensi *.stl atau *.obj.
BACA JUGA:Tradigital English Expo 2025, Mahasiswa Untidar Pamerkan 88 Media Inovatif
Dalam pelatihan ini, peserta diajarkan mendesain komponen yang berhubungan dengan otomotif. Peserta mendesain tiga bagian miniatur piston yang nantinya akan dimodifikasi dan dirakit menjadi gantungan kunci.
Tiga komponen yang telah didesain pada hari pertama pelatihan disimpan dalam format *.stl. Berkas ini selanjutnya akan dimasukkan ke dalam perangkat lunak slicer pada hari kedua.
Berbagai perangkat lunak slicer seperti Chitubox, Flashprint, Octoprint, Astroprint, dan lainnya, tersedia untuk digunakan.
BACA JUGA:Mahasiswa Untidar Ancam Gelar Aksi Tanpa Putus Hingga SNI Benar-benar Dipecat
Peserta menunjukkan antusiasme tinggi selama mengikuti pelatihan. Semangat mereka semakin meningkat dengan adanya pembagian doorprize dan hasil cetakan 3D yang dapat dibawa pulang.
Ikhwan Taufik, Dosen S-1 Teknik Mesin Untidar, mengatakan pihaknya menghibahkan puluhan media pembelajaran hasil pencetakan 3D bertema otomotif. Media tersebut meliputi single piston and cylinder crank, radial piston, gear models, dan lain sebagainya.
"Media pembelajaran hasil pencetakan 3D yang kami hibahkan dapat dijadikan alat bantu Bapak/Ibu guru saat mengajar di kelas untuk mengenalkan komponen-komponen otomotif," ujar dosen yang akrab disapa Pak Taufik itu.
BACA JUGA:Makin Diminati, Peserta Seleksi Mandiri Untidar Kota Magelang Tahun 2025 Naik 12 Persen
Taufik menjelaskan, untuk pelatihan kali ini peserta dikenalkan dengan Ultimaker Cura. Selain karena open source atau gratis, perangkat lunak ini dinilai cukup kuat untuk segala jenis mesin pencetakan 3D, mengingat tim pengabdian menggunakan sedikitnya empat jenis mesin.
Berkas yang telah diolah dan diatur parameternya di perangkat lunak Ultimaker Cura selanjutnya disimpan dalam SD Card dengan ekstensi *.gcode. SD Card tersebut kemudian dimasukkan ke dalam mesin pencetakan 3D untuk dieksekusi.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: magelang ekspres