Cara Mahasiswa UNIMMA Lawan Kecanduan Gawai, Ajak Permainan Tradisional untuk Anak TPQ Bina Bahagia
TRADISIONAL. Anak-anak TPQ Bina Bahagia tampak antusias memainkan permainan tradisional bakiak di Kampung Dolanan Borobudur, didampingi mahasiswa Ilmu Komunikasi UNIMMA, belum lama ini.-IST-MAGELANG EKSPRES
MAGELANGEKSPRES.ID - Wajah sumringah terpancar dari anak-anak TPQ Bina Bahagia, Tidar Warung, Tidar Selatan, Magelang Selatan, Kota Magelang di Kampung Dolanan Borobudur, belum lama ini.
Tawa riang anak-anak yang berbaur dengan denting bambu dan decit sandal jepit muncul bersamaan dengan sekelompok mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA).
Mereka datang memboyong sekeranjang dolanan lawas.
BACA JUGA:Perpustakaan UNIMMA Raih Juara 3 ALIA 2025 Tingkat Jawa Tengah
Misi mereka sederhana, mengajak anak-anak bersua kembali dengan gangsing bambu, egrang, gapyak, gobag sodor, hingga angklung.
Permainan-permainan yang kini perlahan tersingkir oleh layar gawai.
Syakila Berlianan Putri Dewe, salah satu mahasiswa UNIMMA tak dapat menutup rasa bahagianya melihat anak-anak bisa kembali bermain tradisional, dan melupakan perangkat elektronik yang biasa mereka jadikan hiburan.
BACA JUGA:Karnaval Budaya UNIMMA Mulai dari Pawai Seni Hingga Aksi Sosial Hidupkan Semarak Kemerdekaan
Menurutnya, hakiat permainan tradisional lebih dari sekadar permainan.
Pasalnya, di dalamnya tersimpan begitu banyak pelajaran.
Mengasah otak, menstimulasi kreativitas, melatih komunikasi, hingga menguatkan mental.
Semuanya mengalir lewat interaksi langsung, bukan lewat sentuhan layar datar.
BACA JUGA:Cegah Masuknya Ideologi Asing, 6 Mahasiswa UNIMMA Dikirim ke Siak
Para mahasiswa paham betul, masa kini anak-anak terjerat candu gawai.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: magelang ekspres