Mahasiswa Untidar Kembangkan Inkubator Telur Bebek IoT di Magelang

Mahasiswa Untidar Kembangkan Inkubator Telur Bebek IoT di Magelang

BERSAMA. Tim mahasiswa S1 Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Tidar (Untidar) bersama pemilik ternak berpose bersama. IST-BERSAMA. Tim mahasiswa S1 Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Tidar (Untidar) bersama pemilik ternak berpose bersama. IST-

Mufangadi mengaku merasakan manfaat langsung dari inovasi tersebut. Menurutnya, pemantauan otomatis membuatnya lebih tenang, terutama ketika tidak berada di lokasi kandang.

“Sekarang lebih aman karena bisa dipantau lewat HP. Kalau ada perubahan suhu, bisa langsung tahu,” ungkapnya.

BACA JUGA:Pipa Hancur Diterjang Lahar Dingin Merapi, Ribuan Warga di Tiga Desa Dukun Magelang Alami Krisis Air

Inovasi ini diharapkan mampu meningkatkan persentase daya tetas sekaligus menekan risiko kerugian akibat kegagalan penetasan. Selain itu, sistem yang lebih terkontrol dinilai dapat menghemat waktu dan biaya operasional peternak.

Dosen pembimbing, Ir. Dwi Novianto, S.Pd., M.Eng., menegaskan bahwa program Innovillage tak sekadar menghadirkan teknologi, tetapi juga mendorong pemberdayaan dan literasi digital di sektor peternakan desa.

“Harapannya, teknologi ini dapat direplikasi dan dikembangkan lebih lanjut sehingga memberi dampak ekonomi berkelanjutan bagi peternak di Desa Ngabean,” jelasnya.

Ke depan, Tim Gaduck berencana mengembangkan integrasi dengan sistem pencatatan produksi berbasis cloud serta analisis data untuk meningkatkan akurasi pengendalian.

Kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat ini diharapkan menjadi model penerapan teknologi tepat guna yang mampu mendongkrak kesejahteraan peternak lokal. (*/adv)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: magelang ekspres

Berita Terkait