Mahasiswa Untidar Kembangkan Inkubator Telur Bebek IoT di Magelang
BERSAMA. Tim mahasiswa S1 Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Tidar (Untidar) bersama pemilik ternak berpose bersama. IST-BERSAMA. Tim mahasiswa S1 Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Tidar (Untidar) bersama pemilik ternak berpose bersama. IST-
MAGELANG, MAGELANGEKSPRES.ID - Sentuhan teknologi mulai masuk ke kandang bebek di Dusun Krajan III, Desa Ngabean, Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang.
Tim mahasiswa S1 Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Tidar (Untidar), belum lama ini, menghadirkan inkubator telur bebek berbasis Internet of Things (IoT) untuk menjawab persoalan klasik peternak, yakni suhu tak stabil, daya tetas rendah, dan risiko kerugian saat cuaca berubah ekstrem.
Program ini merupakan bagian dari Innovillage 2025. Pilot project diterapkan di peternakan milik Mufangadi, yang selama ini masih mengandalkan mesin tetas konvensional dengan pengaturan manual.
Kondisi tersebut kerap membuat suhu dan kelembaban inkubator sulit dikontrol, terutama saat pergantian musim.
Ketua Tim Gaduck, Danu Dwi Rahmanto, menjelaskan bahwa sistem yang dikembangkan memanfaatkan sensor suhu dan kelembaban yang terintegrasi dengan mikrokontroler serta aplikasi pemantauan berbasis smartphone.
BACA JUGA:Tiga Tewas, Dua Orang Masih Hilang Terbawa Arus Lahar Dingin di Magelang
Data dari sensor dikirim secara berkala melalui jaringan internet dan dapat dipantau secara real-time.
“Sistem ini memungkinkan peternak memantau kondisi inkubator secara real-time tanpa harus membuka mesin secara terus-menerus. Jika suhu turun atau melebihi batas optimal, sistem akan menyesuaikan secara otomatis melalui pengendalian elemen pemanas dan sirkulasi udara,” ujarnya.
Tak hanya monitoring, perangkat ini juga dilengkapi notifikasi peringatan ketika terjadi gangguan daya atau lonjakan suhu signifikan. Dengan begitu, peternak bisa segera mengambil langkah korektif sebelum telur gagal menetas.
Danu bersama dua anggotanya, Hayyik Lana Amri Rasyada dan Amin Budi Raharjo, merancang sistem ini sejak tahap desain hingga uji lapangan.
Seluruhnya merupakan mahasiswa semester 6 yang memiliki minat di bidang sistem kendali dan elektronika berbasis IoT. Proyek tersebut dibimbing oleh Ir. Dwi Novianto, S.Pd., M.Eng yang mendampingi sejak tahap konseptual hingga implementasi.
BACA JUGA:Atasi Banjir Rob, Pembangunan Giant Sea Wall di Jateng Akan Capai 274,7 Km
Dalam pelaksanaannya, tim memasang sensor, merancang sistem kontrol, menginstal elemen pemanas, serta melakukan pengujian selama beberapa siklus penetasan. Data suhu dan kelembaban dicatat untuk memastikan kestabilan berada pada rentang ideal bagi perkembangan embrio telur bebek.
Selain menyerahkan perangkat, tim juga memberikan pelatihan kepada mitra terkait pengoperasian sistem, pembacaan data di aplikasi, hingga perawatan rutin. Pendampingan ini dilakukan agar teknologi dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: magelang ekspres