Jarak Aman Tambang Andesit Wadas Purworejo Dipersoalkan

Jarak Aman Tambang Andesit Wadas Purworejo Dipersoalkan

DIBANGUN. Akses jalan menuju lokasi tambang andesit di Desa Wadas Kecamatan Bener terus dibangun.-EKO SUTOPO-MAGELANG EKSPRES

Menurutnya, yang paling terancam dengan adanya aktivitas tambang adalah Dusun Kaligendol dan Dusun Randuparang, Desa Wadas. Jarak penetapan lokasi (penlok) Bendungan Bener (tambang andesit) dengan pemukiman warga di dua dusun tersebut kurang dari 50 meter.

"Disitu (Kaligendol) ada sekitar 17 sampai 18 rumah, jiwanya puluhan lah. Dari penlok jaraknya itu tidak ada 500 meter, disini saja (Dusun Randuparang) jaraknya paling hanya kurang dari 50 meter. Kita bicara penlok ya, karena kan nanti kalau tanahnya sudah bebas jadi kekuasaan mereka," paparnya.

Karena itu, warga meminta ada kepastian jarak aman secara tertulis. Jika tidak ada pernyataan tertulis, maka warga juga tidak berani menandatangani pelepasan tanah. Siswanto mengatakan tuntutan jarak aman ini adalah demi keselamatan warga.

"Kalau itu tidak ada (pernyataan) tertulis ya kita tidak akan menandatangani pelepasan, kita minta jarak aman saja," ucapnya.

BACA JUGA:Ketagihan 'Ngeslot' Tiga Pemuda di Purworejo Nekat Nyuri Gabah

Siswanto mengatakan bahwa risiko jarak aman yang serampangan bisa menyebabkan pemukiman terkena longsor dan banjir. Bahkan, saat musim hujan kemarin sudah terjadi banjir di Desa Wadas karena ada pembangunan akses jalan menuju lokasi tambang.

"Kalau banjir sama longsor ya, bukan mendahului yang kuasa, tapi pasti lah, karena ya tanah 114 hektar, posisi di perbukitan, terus ditebang, ya pasti pemukimannya kena banjir longsor, jadi ya tetap beresiko," katanya.

Terkait masalah-masalah di Wadas ini, Siswanto mengharapkan agar Presiden Joko Widodo turun langsung melihat kondisi di Desa Wadas, agar masalah-masalah seperti jarak aman ini bisa diselesaikan.

"Sebenarnya berharap, tapi kan susah to. Berharap banget (aspirasi bisa didengar presiden), yang datang malah Ganjar, sudah dua kali mau kesini yang terakhir itu, justru kita tolak, kalau presiden kesini malah nggak (ditolak), kalau Ganjar kesini kan tahu sendiri, berapa kali kesini kan cuma lamis (manis di bibir) saja," tandasnya.

BACA JUGA:Keindahan Pantai Jatimalang yang Berganti Nama Jadi Pantai Dewa Ruci, Simak Penjelasannya!

Sementara itu, dari pihak BBWSSO, pada Jumat (29/9) kemarin melalui Kabid PJSA, Andi Arwik menyatakan bahwa masalah-masalah di Wadas termasuk jarak aman sudah diselesaikan. Pihaknya juga mengklaim bahwa sudah ada kesepakatan terkait jarak aman tersebut. (top)

 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: magelang ekspres