Harga Sejumlah Komoditas di Temanggung Anjlok, Sektor Pertanian Terdampak Covid-19

Harga Sejumlah Komoditas di Temanggung Anjlok, Sektor Pertanian Terdampak Covid-19

MAGELANGEKSPRES.COM,TEMANGGUNG - Harga sejumlah hasil pertanian di tengah pandemi Covid-19 saat ini tidak sesuai dengan harapan petani. Bahkan sejumlah komoditas pertanian harga jualnya jauh di harga normal. Hanya beberapa komoditas yang harganya cukup bagus. \"Pandemi Covid-19 ini dampaknya memang dirasakan oleh semua kalangan, petani juga terkena dampak yang luar biasa,\" kata Plt Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Temanggung, Masrik Amin, Rabu (8/7). Amin menyebut, harga kopi arabika yang sudah mulai membaik. Sebelumnya saat di awal panen raya sekitar akhir Mei lalu harganya hanya Rp5.500 per kilogram. Saat ini harganya mulai naik menjadi Rp7.500 per kilogram. \"Ini untuk harga chery (kopi basah merah), saat ini pedagang sudah mulai berlomba-lomba membeli kopi dari petani,\" terangnya. Menurut Amin, kopi arabika Temanggung saat ini sudah mulai diburu oleh kalangan penikmat kopi karena mempunyai cita rasa yang khas yang tidak bisa ditemukan di kopi arabika dari daerah lainnya. Sedangkan untuk kopi robusta lanjut Amin, saat ini belum mulai panen raya. Kemungkinan di akhir bulan Juli hingga bulan Agustus mendatang kopi robusta akan mulai dipanen. \"Panen rayanya lebih dulu kopi arabika dibandingkan dengan robusta,\" tuturnya. Ia berharap harga jual kopi robusta saat panen raya mendatang bisa bagus, meskipun tidak seperti harga jual kopi arabika saat ini. \"Memang lebih mahal kopi arabika dibandingkan dengan robusta, semoga saja harga jual kopi robusta nanti bisa seperti tahun-tahun sebelumnya,\" harapnya. Baca juga Gelar Aksi Turun Jalan, Makar Tolak RUU HIP Terkait dengan luasan dan produktivitas kopi di Temanggung, Amin menjabarkan, luasan kopi arabika di Temanggung kurang lebih 3.000 hektar, dengan produktivitas antara 1 ton hingga 1,2 ton per hektar. Sedangkan luasan kopi Robusta kurang lebih 20.000 hektar dengan produktivitas hampir sama dengan arabika. \"Saat ini yang sudah mulai panen di Kecamatan Tretep, Wonoboyo, Candiroto, Ngadirejo, Bansari, Kledung dan beberapa kecamatan lainnya,\" terangnya. Terkait produktivitas kopi, baik arabika maupun robusta di tahun ini sangat bagus bahkan lebih bagus di bandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Selain kopi, komoditas pertanian yang harganya cukup bagus yakni bawang merah, saat panen raya lalu harga cukup bagus antara Rp35.000 sampai Rp40.000 per kilogram. Namun untuk harga bawang putih anjlok, bahkan sampai saat ini masih banyk petani yang belum menjual bawang putih. \"Bawang merah yang harganya bagus, bawang putih harganya tidak sesuai dengan harapan petani, bahkan harga jual bawang putih jauh di bawah ongkos produksi,\" terangnya. Tidak hanya bawang putih saja yang harganya anjlok, harga cabai juga demikian, bahkan harga cabai saat pandemi Covid-19 ini jauh dari harapan petani. harga jual cabai antara Rp7.000 hingga Rp12.000 per kilogram, tergantung jenis dari cabainya. \"Harga sayuran juga sedang tidak menguntungkan petani, namun demikian petani tetap berusaha menanam untuk menjaga kebutuhan sayuran,\" katanya. (set)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: