Kerabat Krebet Purworejo Gelar Demonstrasi  Pembuatan Kerajinan Bersama

Kerabat Krebet Purworejo Gelar Demonstrasi  Pembuatan Kerajinan Bersama

MAGELANGEKSPRES.COM,PURWOREJO- Sejumlah pelaku kerajinan tangan yang tergabung dalam Paguyuban Batik Kayu Purworejo “Kerabat Krebet Purworejo” menggelar aksi demonstrasi pembuatan kerajinan bersama di kompleks pendopo Balai Dukuh Dusun Soko Legok Desa Soko Kecamatan Bagelen, Minggu (9/8). Aksi demo pembuatan kerajinan dilakukan sebagai bentuk pengenalan serta mempamerkan produksi kerajinan agar lebih dikenal masyarakat. Aksi dibuka oleh Kepala Desa Soko, Mulyono, ditandai pemukulan kentongan. Berbagai produk kerajinan juga dipamerkan di halaman pendopo.  Sejumlah warga, perangkat desa dan tokoh masyarakat serta BPD turut hadir menyaksikan aksi yang digelar bareng dengan kegiatan arisan Kerabat Krebet Purworejo itu. “Setidaknya terdapat tujuh pelaku kerajinan yang ikut ambil bagian dalam aksi demo ini. Mereka mendemokan pembuatan kerajinan tangan itu secara bergantian,” kata Koordinator aksi, Misdiono. Disebutkan, tujuh perajin kerajinan yang menggelar aksi demo pembuatan produksi itu di antaranya, perajin pahat wayang kulit dari Desa Dewi Kecamatan Bayan, perajin limbah plastik dari Desa Somongari Kecamatan Kaligesing, dan perajin akrilik dari Desa  Tungtungpait Kecamatan Kutoarjo. Berikutnya perajin anyaman bambu Trifa Unicraf dari Desa  Winong Lor  Kecamatan Gebang dan remaja mushola Al Iklas, perajin batik kayu Wijaya dari Desa Jenar Kidul Kecamatan Purwodadi bersama remaja masjid Tiban Jenar Kidul, perajin furtinur Opel Word Crafts dari kota Purworejo dan perajin natah kayu dari Desa Soko Kecamatan Bagelen. Baca Juga Perubahan APBD Purworejo 2020 Diketok, Pendapatan Daerah Berkurang Ratusan Miliar “Upaya kita adalah untuk mengenalkan produk kerajinan kita dengan berbagai jenis kerajinan, yang awalnya memang basic dari kerajinan kayu yang dikombinasikan dengan kerajinan lain seperti bambu ataupun akrilik, harapanya bisa mengenalkan produk kerajinan ini di Purworejo,” sebutnya. Perajin yang merupakan alumni magang pelatihan perajin batik kayi di Krebet Bantul Yogyakarta, pada September 2019 lalu itu melakukan aksi bersama agar produksi mereka semakin dikenal masyarakat. “Harapanya produk kerajinan kita semakin dikenal di masyarakat dan semakin laris di pasaran, karena produksi jika tidak laris maka hanya akan numpuk di stok gudang,” jelasnya. Misdiono mengaku, aksi demo pembuatan produksi kerajinan bersama itu baru dilakukan kali pertama. Selain untuk dikenalkan, perajin juga saling bertukar pengalaman dan keterampilan kepada masing-masing pelaku kerajinan. Sementara itu, Kepala Desa Soko, Mulyono, mengapresiasi aksi demo itu. Pihaknya juga mengaku senang dan mendukung segala kegiatan yang bersifat positif serta membangun perekonomian masyarakat. “Harapannya dengan kegiatan ini bisa mengangkat para perajin yang ada di Desa Soko, dan perajin lain di Purworejo. Selain itu diharapkan perajin bisa semakin berkembang dan bisa bersaing dengan daerah lain, sehingga bisa meningkatkan taraf ekonomi mereka terlebih dimasa pandemi seperti ini,” tandasnya. (top)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: