Peringati Hari Santri, Ribuan Santri Ikuti Upacara di Alun-alun Wonosobo
WONOSOBO - Kiprah santri dalam kehidupan berbangsa dan bernegara diakui memiliki peran signfikan. Termasuk dalam kontek lokal di Wonosobo, santri terbukti mampu mewarnai dinamika perkembangan kemajuan zaman dan kemajuan daerah. “Peran santri saya kira luar biasa ya, dalam kontek perkembangan di daerah. Di Wonosobo sendiri kepemimpian daerah senantiasa dikuasai oleh kalangan santri. Hal itu bisa dilihat dari sejarah di Kabupaten Wonosobo,” ungkap Ketua Tanfidziyah PCNU Wonosobo, Ngarifin Siddiq, kemarin usai hadiri Hari Santri Nasional di Alun-alun Wonosobo. Menurutnya, kiprah santri di pemerintahan dianggap cukup signifikan, santri menjadi bukti entitas menyeimbang kedamaian bagi Indonesia, bahkan dunia. Di era kemerdekaan santri memiliki peran membangun ideologi bangsa, banyak pahlawan nasional berasal dari kalangan santri. “Dalam bangunan ideologi santri punya peran, bahkan banyak pahlawan dari kalangan santri. Setelah dipinggirkan akhirnya santri hari ini bisa membuktikan menjadi stabilisator bagi perkembangan bangsa yang moderat, dengan corak ala santri,” katanya. Disebtukan, kabupaten Wonosobo mempunyai 18 pesantren yang tersebar di 15 kecamatan, jumlah santri mencapai 20 ribu. Itu jumlah yang cukup besar. Belum lagi santri yang tidak formal atau tidak tercatat pada ponpes tertentu. “20 ribu itu yang terdaftar secara formal, masih banyak santri yang tidak terdaftar, melihat jumlah tersebut, tidak bisa kemudian santri dipandang sebelah mata. Apalagi tidak diajak dalam menentukan proses pembangunan suatu daerah,“ terangnya. Dalam kontek kekinian, melihat perkembangan zaman yang semakin cepat dan berbasis tehnologi informasi, maka santri perlu penguatan IT. Untuk perluasan dakwah tidak hanya melalui darat, namun juga dunia ciber atau dunia maya. “Maka santri juga harus bergerak di wilayah itu. Itu sudah dilakukan. Hari ini sudah mampu mulai menggeser yang sebelumnya dikuasai kelompok yang paham keras. Sekarang beralih dikuasai paham yang lebih moderat dan tema yang Indonesia banget,” katanya. Baca Juga Ribuan Santri dan Warga Ngablak Menggelar Upacara Hari Santri di Gunung Telomoyo Sementara itu, membacakan pidato menteri agama, Bupati Wonosobo Eko Purnomo menyebutkan tema saat ini sangat tepat, Santri Indonesia untuk Perdamaian Dunia”. Isu perdamaian diangkat berdasar fakta bahwa sejatinya pesantren adalah laboratorium perdamaian. “Sebagai laboratorium perdamaian, pesantren merupakan tempat menyemai ajaran Islam rahmatanlilalamin, Islam ramah dan moderat dalam beragama,” katanya. Menurutnya, sikap moderat dalam beragama sangat penting bagi masyarakat yang plural dan multikultural. Dengan cara seperti inilah keragaman dapat disikapi dengan bijak serta toleransi dan keadilan dapat terwujud. Semangat ajaran inilah yang dapat menginspirasi santri untuk berkontribusi merawat perdamaian dunia. (gus)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: