Geliatkan Kembali Dunia Fashion dan UMKM, Belasan Desainer Unjuk Karya dalam PMFD 2022

Geliatkan Kembali Dunia Fashion dan UMKM, Belasan Desainer Unjuk Karya dalam PMFD 2022

ANGGUN. Sejumlah model tampil anggun saat memamerkan beragam busana karya desainer Purworejo dalam gelaran Purworejo Modest Fashion Day (PMFD) 2022 di Ganeca Convention Hall, kemarin malam. (foto : Eko Sutopo/Purworejo Ekspres)--Magelangekspres.com

PURWOREJO, MAGELANGEKSPRES.DISWAY.ID - Puluhan model busana karya belasan desainer Purworejo ditampilkan dalam gelaran Purworejo Modest Fashion Day (PMFD) 2022 di Ganesha Convention Hall Purworejo, Minggu 20 November 2022 malam.

Adanya event tersebut diharapkan mampu menggeliatkan kembali dunia fashion dan UMKM di Kabupaten Purworejo yang sempat lesu akibat pandemi Covid-19.

PMFD berlangsung meriah disaksikan para pecinta fashion dan dihadiri Wakil Bupati Purworejo Hj Yuli Hastuti, Kepala Dinporapar Stephanus Isa Aan Nugroho, Kepala Dinas KUKMP Gatot Suprapto, perwakilan Kodim 0708, serta Polres Purworejo.

Selama lebih kurang 2 jam, puluhan model berlenggak-lenggok secara bergantian di atas catwalk. Mereka memamerkan beragam busana dari brand dan desainer lokal berkelas internasional dengan aneka tema, mulai etnik, sporty, hingga casual.

Sejumlah karya desainer itu di antaranya Li Scarf oleh Irun Maulana, Hanum oleh Neni Rahmadianti, Naraya Batik oleh Endang, Listyy Boutique oleh Rista Listi, dan Batik Jazid Bustomi.

Ada lagi Batik Dewa Loano oleh Dyah Wahyu Risyani, ELEGAN oleh Ganjar Widiantoro, Arimbi Batik oleh Hastin, Rafba Batik oleh Tito, Seplawan Art Shibori oleh Ganung, Female oleh Yuli, Awe Ecoprint, Omah Jahit oleh Any Moel, serta guest desainer Ammalee By Lia Mustafa dan Philip Iswardono.
Ketua Penyelenggara PMFD 2022, Irun Maulana, menyebut event kali ini terselenggara atas insiasi dari Li Scarf, Batik Jazid Bastomi, Komunitas Fashion Purworejo, dan beberapa brand fashion Purworejo lainnya.

PMFD 2022 juga didukung Pemkab Purworejo melalui Dinporapar. Karya yang ditampilkan berasal dari 18 desainer yang tergabung dalam Indonesian Fashion Chamber (IFC).

“Tujuan pokok dari kegiatan ini, sebagai dukungan bagi para pelaku UMKM dunia fashion Purworejo, untuk meningkatkan geliatnya dalam berkarya maupun memasarkan produk fashionnya,” sebutnya.

PMFD 2022 juga bertujuan untuk mengetahui informasi yang sedang trend di dunia fashion, untuk menambah wawasan seputar fashion, mendapatkan inspirasi untuk merancang busana, menambah relasi dan bertukar informasi antarsesama komunitas fashion.

“Purworejo Modest Fashion Day 2022 sekaligus menjadi ajang untuk menggali potensi sumber daya manusia di dunia fashion. Kemudian diharapkan event ini akan terus berkelanjutan, memberikan dampak positif termasuk akan berpengaruh juga bagi perekonomian Kabupaten Purworejo,” lanjutnya.
Menurut Irun, masyarakat perlu bangga karena beberapa brand fashion asal Purworejo tidak kalah dengan brand-brand nasional yang lain.
Nama brand fashion Purworejo dalam perestasinya sudah sampai ditingkat nasional, bahkan go internasional.

“Brand kita, Li Scarf yang berangkat dari Pondok Pesantren An-Nawawi Berjan Purworejo ini sudah beberapa kali ikuti ajang fashion show international. Termasuk juga brand batik Jasid Basatomi, yang karyanya juga sudah terlibat dalam event Internasional,” ungkapnya.

Lebih lanjut disampaikan bahwa PMFD 2022 berlangsung sejak tanggal 19 hingga 20 November 2022 dan dirangkai dengan sejumlah event.
Beberapa di antaranya yakni Fashion Show Pelajar, Fashion Show Harpi Purworejo, Batik Design Competition, Kids Singing Competition, Fashion Design Competition, Kids Fashion Show Competition, serta Talkshow Fashion Preneur bertajuk Tantangan, Peluang dan Pengembangan Brand Fashion Purworejo dengan pembicara desainer senior asal Yogyakarta Lia Mustafa dan Philip Iswardono.

“Jadi malam ini menjadi acara puncak,” ujarnya.
Wabup Purworejo Yuli Hastuti sangat mengapresiasi PMFD 2022. Pihaknya berharap, event yang dihelat dapat memperkuat branding modest fashion Kabupaten Purworejo, melahirkan desainer dan brand yang dikenal dan berdaya saing global, serta meningkatkan kapasitas para pelaku usaha, baik di tingkat daerah, nasional, maupun internasional.

“Pemda telah berkomitmen untuk menghidupkan UMKM, termasuk fashion. Saya mengajak generasi milenial untuk mengembangkan potensi ini yang diharapkan dapat mengenalkan produk buatan Purworejo serta bisa mengangkat ekonomi kerakyatan,” tandasnya. (top)

Sumber: magelangekspres.com