ALHAMDULILLAH! Akses Lumajang-Malang Perlahan Mulai Normal Kembali

ALHAMDULILLAH! Akses Lumajang-Malang Perlahan Mulai Normal Kembali

Kasatlantas Polres Lumajang, AKP Radyati Putri Pradini-@humaspolreslumajang-INSTAGRAM

LUMAJANG, MAGELANGEKSPRES.DISWAY.ID - Kepala Satuan Lalu Lintas (Kasatlantas) Polres Kabupaten Lumajang, AKP Radyati Putri Pradini memastikan akses jalan di KM 59 jalur piket nol menuju Kabupaten Malang Jawa Timur dapat difungsikan kembali.

Diketahui, akses jalanan tersebut sempat terhambat lantaran akibat terjangan banjir lahar dingin dan bencana longsornya Bukit Kamarkajang di Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang, Jumat 7 Juli 2023.

"Untuk masyarakat atau pengendara yang menuju Kecamatan Pronojiwo sudah bisa lewat melalui Jembatan Besuk Koboan," kata Kasatlantas Polres Lumajang, AKP Radyati Putri Pradini, dilansir dari akun instagram Polres Lumajang, Minggu 9 Juli 2023.

BACA JUGA:NGERI! Detik-detik Jembatan Gantung Kaliregoyo di Lumajang Putus Akibat Banjir Bandang

Radyati Putri Pradini mengatakan bahwa situasi lalu lintas hingga kini terpantau aman untuk dilalui kendaraan. Meskipun begitu, dirinya mengimbau kepada pengguna jalan tetap waspada.

"Kami imbau agar tetap berhati-hati karena lokasi masih rawan longsor dan terpantau jalanan masih kotor serta licin," imbaunya.

BACA JUGA:Banjir Lahar di Lumajang Memakan Korban Jiwa, Ratusan Warga Mengungsi

Radyati Putri Pradini menyarankan, meski jalanan menuju Malang dapat digunakan kembali, namun khusus pengendara kendaraan menuju kawasan Kabupaten Lumajang sementara harus melewati jalur lain, yakni melintasi kawasan Pantai Utara (Pantura).

"Kepada masyarakat yang akan menuju ke Kabupaten Lumajang, disarankan agar lewat jalur pantura yakni dari Kabupaten Probolinggo karena jembatan penghubung antara Lumajang-Malang putus," katanya.

Hal itu disampaikan dalam laporannya melalui unggahan reels video di Instagram @humaspolreslumajang dilansir, Minggu 9 Juli 2023.

BACA JUGA:Bukan Hanya Satu, Banjir Lahar Dingin Lumajang Bikin 5 Jembatan Ini Putus

Dikutip dari Magma.esdm.go.id, seorang petugas pantau Gunung Semeru, Yadi Yuliandi melaporkan, tingkat aktivitas Gunung Semeru hingga kini masuk level III atau level siaga.

Bahkan hingga pukul 18.00 WIB pada Sabtu 8 Juli 2023, telah terjadi sebanyak 22 kali gempa letusan atau erupsi amplitudo 10-22 mm selama 50-140 detik.

Kemudian 4 kali gempa guguran amplitudo 3-15 mm selama 30-70 detik, lalu 7 kali gempa hembusan dengan amplitudo 3-7 mm selama 50-80 detik.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: