Kisah Sales Kartu Smartfren yang Dicantumkan dalam Prakata Skripsi Mahasiswi Undip

Kisah Sales Kartu Smartfren yang Dicantumkan dalam Prakata Skripsi Mahasiswi Undip

Ilustrasi mahasiswi mengikuti pembelajaran daring sewaktu pandemi Covid-19.-WIWID ARIF-MAGELANG EKSPRES

MAGELANG, MAGELANGEKSPRES Perempuan itu menatap tajam pada layar ponselnya tatkala kuliah online dimulai pada awal tahun 2022 silam. Namanya Setya Putri, mahasiswi tingkat akhir di Universitas Diponegoro Semarang yang sedang aktif mendengarkan arahan dari dosen pembimbing skripsinya.

Mahasiswi jurusan Ilmu Komunikasi itu dengan seksama memperhatikan dan menyimak kata demi kata yang terucap dari sang dosen. Dia berharap bisa segera menyandang gelar sarjana.

Namun, tiba-tiba suara dosennya berhenti, layar yang semula memperlihatkan jelas wajah dosennya sontak saja beku.

Terlihat di bagian atas layar ponselnya “no service”. Setya Putri sontak panik. Padahal sejengkal lagi dia hendak merampungkan proyek bab IV yang menjadi inti dari judul yang ia bawa.

Ia coba merestart ponselnya tapi hasilnya nihil. Bahkan, ia sempat kesal dan membuang handphone-nya itu di kasur tempat tidurnya.

Untung saja handphone-nya tidak terjadi apa-apa. Tapi pemandangan kanan atas di layar handphone masih membuatnya sedih.

Ia khawatir gara-gara malam itu, ia gagal melaksanakan sidang yang akan dilakukan secara offline di kampusnya. Padahal itu tinggal beberapa hari lagi. Dan hasil evaluasi bab IV skripsnya menjadi jawabakan ia akan gagal atau sukses menyusul rekan-rekannya yang sudah lulus duluan.

Sepintas ia teringat pertemuan dengan seorang sales kartu perdana yang ia temui di Gelora Sanden, Kota Magelang. Kala itu, ia tengah mengikuti acara olahraga bersama setiap Minggu pagi dan bertemu dengan sales kartu perdana Smartfren.

BACA JUGA:Keren! Smartfren Luncurkan Kartu Perdana Golf, Mendukung Kegiatan Produktif Pencinta Golf

Dia membeli kartu perdana itu dengan harga yang sangat terjangkau. Hanya Rp30 ribu dia sudah memiliki kartu perdana dan paket internet hingga 5GB serta bonus-bonus lainnya.

Tak berpikir panjang, Setya kemudian mengingat-ingat kembali dimana dia meletakkan kartu perdana itu.

Akhirnya pencariannya berakhir. Kartu itu berada di tas yang sudah lama tak ia pakai.

Usai mengambil Kartu Keluarga dan KTP-nya dengan runtut ia mengikuti arahan untuk mendaftar kartu tersebut.

Dan jreng… sinyal yang tadinya No Service berubah menjadi empat garis bertuliskan 4G di kanan atas layar ponselnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: magelang ekspres