Bupati Temanggung Ingatkan Warga Waspada: 291 Bencana Terjadi Sepanjang 2025

Bupati Temanggung Ingatkan Warga Waspada: 291 Bencana Terjadi Sepanjang 2025

KUNJUNGI. Bupati Temanggung bersama jajaran BPBD setempat saat mengunjungi dusun Pandean Kecamatan Temanggung paska kejadian pohon tumbang beberapa waktu lalu.-SETYO WUWUH-TEMANGGUNG EKSPRES

TEMANGGUNG, MAGELANGEKSPRES.ID Bupati Temanggung, Agus Setyawan, mengingatkan masyarakat agar selalu waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi.

Pasalnya, kondisi geografis dan morfologis Kabupaten Temanggung yang didominasi perbukitan serta lereng gunung menjadikan wilayah ini rentan terhadap berbagai bencana alam.

“Kondisi ini membuat Temanggung rawan bencana hidrometeorologi, khususnya tanah longsor, banjir bandang, dan angin kencang,” ujar Agus, kemarin.

BACA JUGA:Edukasi Kebencanaan Sejak Dini, BPBD Temanggung Tanamkan Kesadaran Bencana pada Siswa

Berdasarkan data Pemerintah Kabupaten Temanggung, sepanjang tahun 2024 tercatat 308 kejadian bencana di 20 kecamatan.

Dampaknya, 274 unit infrastruktur dan rumah mengalami kerusakan, 50 jiwa mengungsi, serta 2 orang meninggal dunia.

Sementara hingga September 2025, jumlah kejadian bencana sudah mencapai 291 peristiwa di seluruh kecamatan.

BACA JUGA:14 Kecamatan di Temanggung Ditetapkan Rawan Bencana, BPBD Imbau Warga Waspada Musim Hujan

Akibatnya, 2.448 fasilitas umum, sosial, dan rumah terdampak, 87 jiwa mengungsi, dan 3 orang meninggal dunia.

“Setiap kejadian bencana menjadi pelajaran berharga. Karena itu, kita harus bisa mencegah agar tidak ada korban jiwa saat bencana terjadi,” tegas Bupati.

Agus menambahkan, masyarakat yang tinggal di wilayah rawan bencana perlu dibekali pengetahuan tentang cara mengenali tanda-tanda bencana dan penanganan pertama saat bencana terjadi.

Ia menjelaskan, dalam penanggulangan bencana terdapat tiga tahapan penting yang perlu diperhatikan bersama.

BACA JUGA:Temanggung Siaga Hadapi Musim Hujan 2025, Kapolres dan Bupati Ajak Warga Waspada Bencana Alam

Pertama, tahap prabencana, yaitu masa sebelum bencana terjadi.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: temanggung ekspres

Berita Terkait