SBMI Mart, Bantu Pemasaran dan Menjadi Peluang Kerja Eks Buruh Migran

SBMI Mart, Bantu Pemasaran dan Menjadi Peluang Kerja Eks Buruh Migran

OPENING. Grand opening SBMI Mart dan penyerahan bantuan bagi 100 pekerja migran purna di Wonosobo oleh International Organization for Migrasi.(foto : Agus Supriyadi/Wonosobo ekspres)--Magelangekspres.com

WONOSOBO, MAGELANGEKSPRES.DISWAY.ID- Mantan buruh migran di Wonosobo telah banyak mendapatkan berbagai jenis pelatihan produksi. Namun masih cukup lemah untuk manajemen dan pemasaran. Terkait hal itu, SBMI Wonosobo dirikan mini retail untuk membantu pemasaran usaha dan membuka peluang kerja.

“SBMI mart merupakan usaha untuk mendukung mantan buruh migran dalam mengembangkan pasar dan juga peluang usaha baru,” ungkap Ketua SBMI Wonosobo, Maizidah Salah, usai grand opening SBMI Mart, kemarin.

Hadir dalam acara tersebut, staf ahli bupati, perwakilan dari IOM, Dirjen Binapenta Kemenaker, dan BP2MI.

Menurutnya, SBMI Mart merupakan salah satu upaya memperkuat integrasi ekonomi bagi pekerja buruh migran yang pulang melalui kewirausahaan produktif dan koperasi berbasis masyarakat dalam bentuk mini retail.

“Mart ini didirikan oleh dan untuk pekerja migran serta memberikan peluang pekerjaan alternatif dan peluang pengembangan kapasitas bagi rumah tangga pekerja migran,” terangnya.

Salas juga menambahkan SBMI Mart bisa menjadi wadah yang tangguh bagi PMI dan keluarga untuk mendukung perekonomian mereka. Serta pengembangan usaha yang lain. Sebab dari hasil survei yang dilakukan, sebagian besar PMI lebih memilih mencari pekerjaan di rumah setelah bekerja di luar negeri.

“Untuk di Kabupaten Wonosobo, SBMI Mart baru ada satu, namun tidak menutup kemungkinan akan dibuka di beberapa lokasi yang lain,” katanya.

Sementara itu, Staf Ahli Bupati Bidang Ekonomi, Yusuf Haryanto mengatakan buruh migran di Kabupaten Wonosobo jumlahnya cukup banyak, bahkan terdapat beberapa kecamatan yang menjadi kantong buruh migran.

“Jumlah buruh migran di Kabupaten Wonosobo cukup banyak, sehingga perlu ada upaya pemberdayaan yang lebih maksimal, agar mampu mengelola hasil bekerja di luar negeri dengan baik untuk mendukung potensi daerah,” katanya.

Menurutnya, pemerintah berupaya keras, agar mantan buruh migran bisa menggunakan modal atau hasil yang didapat untuk sektor yang produktif. Sehingga mampu meningkatkan pendapatan dan tidak memiliki keinginan untuk kembali bekerja di luar negeri.

“Dengan jumlah yang begitu banyak, mantan buruh migran dan keluarganya bisa menjadi kekuatan ekonomi yang besar dan mandiri dalam mengentaskan kemiskinan di Wonosobo,” ucapnya.

Dibukanya SBMI Mart atas dukungan dari berbagai pihak, baik dari kementerian, organisasi internasional, dan LSM pendamping diharapkan akan menginspirasi kelompok yang lain untuk mengikuti jejak serupa, memabgnun ekonomi mandiri berbaisikan kelompok.

“Kolaborasi dan kerjasama berbagai pihak untuk pemulihan ekonomi pasca pandemi, terus dilakukan, termasuk di Kabupaten Wonosobo,” pungkasnya. (gus)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: magelangekspres.com