Misteri Kematian Bocah SD di Wonosobo, Polisi Lakukan Otopsi

Misteri Kematian Bocah SD di Wonosobo, Polisi Lakukan Otopsi

MAKAM. Proses pembongkaran makam siswa SD korban perundungan oleh Polres Wonosobo, di area TPU Kelurahan Kertek.-AGUS SUPRIYADI-WONOSOBO EKSPRES

WONOSOBO, MAGELANGEKSPRES.ID Seorang siswa kelas 3 SD Negeri 3 Kertek berusia 9 tahun meninggal dunia di RS PKU Muhammadiyah, Selasa (8/10).

Kasus ini menyita perhatian publik setelah keluarga menduga kematian anaknya berkaitan dengan perundungan di sekolah.

Ayah korban, Dedi Hendi Kesuna, menuturkan bahwa sang anak sempat mengeluh sakit perut sebelum dibawa ke rumah sakit.

BACA JUGA:Nyesek! 191 Gedung SD di Wonosobo Rusak Berat, Apa Solusinya?

Ia menyebut anaknya ditendang oleh teman sekelas seusai upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila, Rabu (1/10).

“Anak saya mengaku dipukul di bagian perut oleh teman sekelas saat upacara. Setelah itu wajahnya pucat dan terlihat lemas,” ujarnya saat ditemui di rumah duka.

Korban sempat dirawat di rumah, sebelum akhirnya dilarikan ke rumah sakit pada Sabtu (4/10) namun nyawanya tak tertolong.

BACA JUGA:569 Siswa SD dan SMP di Wonosobo Ikut Selebrasi Kompetensi Spiritual

Informasi dugaan perundungan itu kemudian menyebar luas di media sosial.

Saat pemakaman di TPU Kelurahan Kertek, polisi yang datang ke lokasi langsung meminta keterangan keluarga dan menyarankan otopsi untuk memastikan penyebab kematian.

Awalnya keluarga menolak karena alasan tidak tega, namun tetap meminta keadilan.

Kasat Reskrim Polres Wonosobo AKP Arif Kristiawan mengatakan pihaknya sempat mengalami kesulitan dalam penyelidikan.

BACA JUGA:Warga Sejambu Demo Polres Wonosobo, Tuntut Pelaku Dihukum Mati

“Korban awalnya tidak diotopsi dan di lokasi kejadian tidak ada rekaman CCTV. Kami juga belum bisa memastikan peristiwa itu terjadi di sekolah atau di tempat lain,” ujarnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: wonosobo ekspres

Berita Terkait